Kawangkoan, Fajarmanado.com – Kepala Terminal (Kater) Kawangkoan Fanny Posumah pasrah mendengar laporan masyarakat jika sopir angkutan umum Kawangkoan-Sonder menaikkan tarif sepihak.
“Memang so begitu kote tarif dorang ja minta,” katanya kepada Fajarmanado.com di Terminal Kawangkoan, baru-baru ini.
Altin, sopir angkutan umum Kawangkoan-Sonder dikabarkan menaikkan tarif sepihak dari Rp.5.500 menjadi Rp.7 ribu per penumpang. Aksi itu pun tak dilakukan secara diam-diam, melainkan bagai pengumuman resmi.
Sebelum menjalankan mobil mikroletnya di terminal Kawangkoan, dengan suara lantang pria itu mengingatkan bahwa tarif menuju Sonder telah Rp.7 ribu per orang.
“Sudah siap semua. Saya hanya mau bilang, tarif sudah 7 ribu per orang,” ujarnya sambil menoleh ke belakang dan melihat posisi duduk para penumpangnya. Tak ada yang menjawab, dia pun mengulang kembali. “Tu anak duduk toch, tetap dihitung 7 ribu.”
Mendengar hal ini, Menly, ibu yang membawaserta anaknya ini, tak bersuara tapi langsung merogoh dan menyiapkan uang pas Rp.14 ribu untuk ongkos dia dan anaknya karena hanya akan turun di Desa Kiawa Dua Timur, tak hampir separoh perjalanan Kawangkoan-Sonder.
“Sopir ini uangnya, pas 14 ribu, saya dan anak saya,” ujar ibu 46 tahun ini sambil menyodorkannya kepada Altin, si sopir ketika turun dan berdiri di samping pintu kiri depan mobil. “Ya, pas,” jawab Altin.
Namun sesaat kemudian, tiba-tiba wanita itu kembali berujar, “Sopir, jangan (Anda) kira saya tidak tahu tarif Kawangkoan-Sonder, selama ini hanya 6 ribu. Itu pun tidak diturunkan sewaktu harga bensin turun beberapa waktu lalu.”
Mendengar hal ini, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, wajah sopir berusia 50-an tahun itu pun spontan memerah dan langsung tancap gas, menjalankan mobil angkutannya.
Mendapat laporan ini, Kater Fanny Posumah tampak kaget. “Saya akan cek,” katanya kepada Fajarmanado.com.
Namun saat dikonfirmasi kembali beberapa hari kemudian, dia hanya berujar, ”Memang so begitu kote tarif dorang ja minta.” [Memang sudah begitu ternyata tarif yang sopir (angkutan Kawangkoan-Sonder) minta sekarang ini]
Ditanya soal sikap yang ditempuhnya, Posumah tidak menanggapi. Sebaliknya, dia hanya berkata, “Mungkin dia (si sopir) tidak kenal dengan ibu itu.”
Sementara itu, Pekan Surya Masengi menyayangkan sikap Kater Kawangkoan yang terkesan pasrah mengetahui adanya praktek menaikkan tarif sepihak dari para sopir angkutan penumpang umum dari dan menuju Terminal Kawangkoan.
“Sikap seperti ini bukan sikap seorang pemimpin. Harusnya dia berani mengamankan pemberlakuan tarif yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Banteng, sapaan akrab tokoh masyarakat Kawangkoan Utara ini.
Banteng pun mensinyalir jangan sampai ada deal-deal tertentu antara oknum Kater Kawangkoan dengan para sopir angkutan umum yang sehari-hari mangkal di Terminal Kawangkoan. “Itu patut ditelusuri,” katanya.
(ely)