Tondano, Fajarmanado.com – Ada yang menarik dari pelantikan dan pengukuhan Lansia Muslim Kabupaten Minahasa yang dilaksanakan di Kampung Jawa Tondano Rabu (10/5) siang tadi.
Hal menarik tersebut adalah ucapan yang keluar dari Prof Ishak Pulukadang yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Lansia Muslim Kabupaten Minahasa. Saat diberikan kesempatan membawakan sambutan, Pulukadang mengawali dengan memberikan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang (IvanSa) yang adalah Ketua Komda Lansia kabupaten ini.
“Terima kasih buat Bupati Ivan Sarundajang yang telah melantik kami pengurus Lansia Muslim di Minahasa,” ujar Pulukadang. Ucapan tersebut langsung disambut tepuk tangan yang riuh dari semua yang hadir. Namun Pulukadang langsung meralatnya dan meminta maaf sambil tertawa.
Lanjutnya, karena sudah dilantik dan dikukuhkan, dirinya mengaku siap melaksanakan tugas. “Meskipun usia saya sudah tua, tapi karena jabatan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Lansia Muslim Kabupaten Minahasa, maka saya siap melaksanakan tugas. Tentunya juga, kami pengurus mengharapkan semua pihak terkait untuk mendukung kami,” minta tokoh masyarakat Muslim tersebut.
Sementara itu, IvanSa mengatakan kalau pelantikan pengurus Lansia Muslim tersebut sama sekali tidak ada unsur politik. Namun karena saat ini sudah masuk dalam tahun politik, dirinya mengaku tidak bisa menghindar dari keadaan tersebut.
“Pelantikan ini adalah murni dari pengabdian saya sebagai Ketua Komda Lansia Minahasa. Sama sekali tidak ada unsur politik. Jadi disini adalah wadah kita untuk memberdayakan Lansia. Karena Lansia masih bisa berkarya,” ujar IvanSa.
Lanjutnya, ada pihak yang bertanya kenapa ditengah keadaan negara yang seperti ini, dirinya justru memisahkan pengurus Lansia Kristen dan Muslim. Dijelaskanya, pemisahan ini bukan untuk memutuskan tali persaudaraan yang ada, tapi lebih ke faktor tekhnis.
“Mengurus Lansia itu kan harus ada makanan. Kemudian pastinya ada ibadah. Atas dasar itu maka saya putuskan supaya Lansia Kristen dan Muslim ada pengurus masing-masing. Supaya saat mengurus makanan dan ibadah, lebih mantap,” jelasnya.
(fis)