Amurang, Fajarmanado.com – Intensitas penggunaan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Mobongo Amurang terus meningkat drastis dan semakin membludak akhir-akhir ini.
KMP Moinit yang dioperasikan selang satu tahun lebih kini tidak mampu lagi permintaan jasa pelayaran antarpulau di pelabuhan penyeberangan yang berada di Kota Amurang ini.
“Pemerintah segera menambah satu unit kapal penyeberangan untuk mendukung KMP Moinit dalam waktu dekat, yakni KMP Dalente Woba,” kata Kepala Dinas Hubkominfo Minsel, Izak Rey, SE MS.
KMP Moinit dinilai tidak mampu memenuhi pembengkakkan permintaan jasa dari masyarakat. Daftar tunggu pemberangkatan tetap saja panjang dalam beberapa bulan terakhir.
‘’Jadi, melihat hal tersebut, kami langsung bermohon kepada pemerintah pusat dan PT Pelni kiranya dapat menambah kapal. Hasilnya, pemerintah pusat dan PT Pelni pun meresponnya dan langsung menambah satu kapal,’’ ujar Rey kepada Fajarmanado.com, Senin (5/12).
Menurut Rey lagi, kondisi Pelabuhan Penyeberangan Mobongo, Amurang yang terletak di Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat semakin padat. Ia pun mengaku agak kelabakan mengatur arus lalulintas kendaraan roda empat, enam dan bahkan penumpang ingin berangkat sehingga harus antre panjang setiap minggu.
Dengan semakin besarnya animo masyarakat menggunakan fasilitas pelabuhan ini, katanya, kemungkinan besar Pelabuhan Penyeberangan Ferry Mobongon ini akan diusulkan untuk diperluas lagi.
“Kita lihat saja perkembangan, kalau memang akan terus padat seperti belakangan ini, akan kita usulkan untuk penambahan dermaga,” ujar Rey yang telah lolos mengikuti tes assessment di Pemprov Sulut tersebut.
Dijelaskan, jalur pelayaran KMP Dalente Woba sama dengan KMP Moinit karena sangat padat atau besar permintaan masyarakat.
“Dengan beroperasinya KMP Dalente Woba kemungkinan besar akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, karena kapal ini sedikit besar dari KMP Moinit. Sesuai informasi, KMP Dalente Woba ini kemungkinan besar akan berlayar sampai ke Kalimantan,” paparnya.
Mengenai kemungkinan untuk menambah jalur pelayaran melalui Pelabuhan Mobongo, Rey mengatakan, masih menunggu kedatangan kapal baru tersebut. “Seperti anda lihat, bahwa kapal tersebut belum sandar. Mungkin dalam waktu dekat ini atau sebelum Natal dan Tahun Baru 2017,” katanya sambil berharap kehadiran KMP Dalente Woba akan mampu memenuhi kebutuhan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa kapal penyebrangan dari dan ke Sulut.
(andries)