Amurang, Fajarmanado.com – Pejabat lama di Kabupaten Minsel dilaporkan masih juga menahan kendaraan dinas (Kendis). Kendati sudah dua pekan dilantik atau memasuki hari ke-8 masuk kerja, namun organisasi perangkat daerah (OPD) baru mulai eksyen meski belum juga didukung dengan mobil operasional.
Pantauan Fajarmanado.com, sebagian besar pejabat OPD baru masih menggunakan mobil pribadi. Mobil-mobil dinas berplat dasar merah tampak tetap bebas digunakan oleh para pejabat lama.
Di dalam gedung-gedung kantor OPD baru, juga terkesan belum tertata rapi. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ‘dimekarkan’ masih menempati satu kantor.
Pemandangan beda dengan SKPD yang digabung dan tidak berubah. Ruang dan tempat kerja para kepala bagian dan staf terlihat sudah tertata. Bedanya, belum terlihat mobil adanya dinas terparkir di halaman OPD, yang kena mutasi pejabatnya.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Drs Ever Poluakan tak bisa menafikkan hal ini. “Belum diserahkan (mobil dinas) karena belum dilakukan serahterima jabatan,” kilahnya di ruang kerjanya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minsel Dr Fietber Raco, MSi juga menyampaikan hal yang sama. “Mungkin saja karena belum dilakukan serahterima jabatan,” kelitnya.
Poluakan dan Raco juga senada mengungkapkan bahwa yang menjadi fokus utama dilakukan mereka adalah melakukan konsolidasi dan pembenahan internal dan melakukan berbagai langkah yang dianggap penting.
“Ini soal tanggung jawab. Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, kita harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan secara sungguh-sungguh sekalipun masih ada keterbatasan sarana dan fasilitas pendukung,” ujar Poluakan.
Jebolan STPDN/IPDN Sumedang, Jatinangor, Bandung ini menyatakan, keterbatasan sarana dan fasilitas pendukung tidak layak dijadikan alasan untuk tidak bekerja.
“Prinsip saya, ketika diberikan tanggung jawab, kita harus kerja, kerja, kerja sampai tuntas demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sesuai tugas, pokok dan fungsi yang diembankan atasan, karena jabatan itu adalah amanah,” ujarnya.
Raco pun menyampaikan komitmen yang sama. “Mobil dinas bukan alasan untuk menghambat pekerjaan,” kata pria yang telah lama berkarir di instansi pendidikan ini.
Ia kemudian menunjuk contoh konsolidasi yang digelar awal pekan ini. “Buktinya, Senin lalu. Kami bisa melaksanakan rapat dinas, bukan hanya dihadiri ASN Dinas, tetapi juga seluruh kepala sekolah TK, SD dan SMP, kepala UPT dan pengawas semua tingkatan,’’ ungkap Raco.
(andries)