Manado, Fajarmanado.com – Mengantisipasi penyakit pasca bencana banjir dan tanah longsor, BNI 46 Wilayah Manado bersama IWO Kota Manado, sejak hari Minggu (3/2/2019), membuka Posko Kesehatan yang bertempat di jln. Pogidon Kelurahan Tumumpa 1.
Pada hari Minggu, yang dibuka pada pukul 14:00-18:00 Wita, ada 26 pasien datang berobat. Untuk hari Senin (4/2/2019), dibuka mulai pukul 09:00-18:00 Wita, ada 100 lebih pasien yang datang untuk berobat.
Pasien yang datang berobat, didominasi penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA), diikuti penyakit kulit (gatal-gatal), batuk flu, dan hipertensi. Kebanyakan pasien yang berobat, anak-anak dan lansia.
“ISPA paling banyak, mungkin karena debu pasca banjir, kemudian penyakit kulit, karena air berlumpur. Tim dokter langsung memberi penanganan medis dan dikasih obat-obatan,” ujar Khairul Salam, Wakil Pemimpin Bidang Konsumen dan Ritel BNI 46 Wilayah Manado, di lokasi posko lesehatan, Senin (04/02/2019) sore tadi.
Dilanjutkannya, posko kesehatan ini rencananya akan dibuka hanya tiga hari, tergantung kondisi.
“Untuk obat-obatan kami selalu kontrol, jika habis atau berkurang kami langsung order. Semoga ini bisa membantu saudara-saudara kita yang jadi korban bencana,” ujar Khairul, yang didampingi Ruddy Rumetor selaku Pengelola Umum BNI 46 Wilayah Manado.
Para pasien, usai mendapat perawatan medis, diberikan nasi bungkus. BNI 46 juga menyediakan kacang hijau.
Sementara itu, salah satu pasien, Mustakin (63) warga Bailang lingkungan 1, memberikan apresiasi atas kepedulin BNI 46 dan IWO Manado terhadap korban banjir dan tanah longsor.
“Kami sangat terbantu dengan kepedulian dar pihak BNI 46 dan IWO Kota Manado. Terima kasih BNi 46 dan IWO Manado,” ungkap Mustakin, yang juga salah satu korban banjir di pasar Bobo.
Ketua IWO Kota Manado Agriyanto Reppy, di tempat yang sama mengatakan, akan terus berkoordinasi dengan BNI 46 selama penanganan korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Manado.
Penulis: Jones Mamitoho