Amurang, Fajarmanado.com – Ketua Umum PAMI Perjuangan Noldy Pratasis mengapresiasi Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE.
Selain memenuhi janjinya, kebijakan mutasi dan pelantikan massal pejabat jajaran Pemkab Minsel ini dinilai menampilkan para aparatur sipil negara (ASN) yang berkinerja baik.
“Saya salut, bupati benar-benar berkomitmen dengan janjinya,” komentarnya saat menghubungi Fajarmanado.com, Jumat (30/12) malam.
Pratasis mengatakan, dirinya terus melakukan pemantauan kalau Tetty, sapaan akrab Bupati Minsel ini akan memenuhi janjinya untuk melakukan mutasi pada akhir tahun 2016.
“Ternyata benar, tinggal dua hari tahun 2016 berakhir atau tepatnya tanggal 29 Desember malam, mutasi itu dilakukan. Saya pun salut karena kebijakan mutasi kali ini benar-benar mempertimbangkan kinerja, bukan kedekatan,” ujarnya.
Hal tersebut terlihat jelas dengan adanya promosi jabatan dari eselon IV ke eselon III dan seterusnya. Banyak muka baru, yang mendapat kepercayaan.
“Lebih mengagetkan saya lagi, ternyata ada beberapa orang dekat bupati dan wakil bupati tidak mendapat jabatan yang mereka inginkan, bahkan ada yang kabarnya sekampung dengan wakil bupati nonjob,” katanya.
“ Jadi suatu hal yang pasti, mereka yang dilantik adalah para ASN yang berkinerja baik selama ini,” sambung Pratasis, putra Desa Kaneyan ini.
Pratasis juga menilai ada semacam kontrak kerja yang harus dilaksanakan oleh 634 pejabat yang dilantik. Kontrak tersebut tersirat dalam sambutan bupati pada pelantikan Kamis malam lalu.
“Kata jangan yang beberapa kali disebut bupati bagi saya itulah amanat sebagai kontrak kerja yang harus dihindari para pejabat yang dilantik. Jangan memperkaya diri, beli mobil baru dan beli rumah baru,” paparnya.
Tak heran, katanya, sambutan berikutnya bupati menegaskan kalau tak akan segan-segan untuk mencopot mereka yang melanggarnya dari jabatan karena melanggar komitmen yang diinginkan bupati.
Selain kata-kata jangan, Pratasis mengapresiasi penegasan bupati supaya para pejabat baru memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam arti loyal kepada atasan yang sangat berkeinginan memberikan kepuasan pelayanan kepada rakyat.
“Sebab apabila pejabat tidak loyal kepada atasan, maka akan mengecewakan rakyat. Kan, pada prinsipnya, bupati dan wakil bupati sangat berkeinginan mensejahterakan masyarakat,” paparnya.
Untuk mewujudkan hal itu, menurut dia, paling penting adalah bagaimana membangun komunikasi dengan rakyat dan menyenangkan rakyat. Sebab, bupati dan wakil bupati dipilih oleh rakyat untuk melayani rakyat, sedangkan pejabat adalah perpanjangan tangan bupati dan wakil bupati untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
“Menjadi pejabat adalah pilihan bupati. Tapi, kalau pejabat itu hanya pamer, itu bukan seorang pejabat namanya. Dan mungkin, kami PAMI Perjuangan akan melakukan berbagai langkah agar oknum pejabat yang hanya mementingkan diri sendiri tidak dipakai,’’ tukas pengusaha sukses di Jakarta ini.
Menurut putra Poigar ini pula, harapan paling mulia adalah tanggung jawab bersama Tuhan dan atasan. Apapun yang diberikan atasan adalah nubuatan Tuhan bagi orang yang percaya.
‘’Dengan demikian, berikan tanggung jawab itu kepada rakyat, agar supaya rakyat akan memberikan komitmennya demi pembangunan Minsel hebat dan terdepan,’’ pungkasnya.
(andries)