DPP APDESI

Kembali Mencuat di Musrenbang Kawangkoan, Begini Nasib Jalan Akses Utama Menuju Bukit Kasih Kanonang

Vicky Tanor Sebut Jalan Sendangan Selatan-Kanonang Tiga Sudah Mendapat Anggaran Tahun 2026

Penampakan bagian dari ruas jalan penghubung Kelurahan Sendangan Selatan dan Desa Kanonang Tiga, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa yang merupakan akses jalan utama menuju Bukit Kasih Kanonang. Foto: Ist.

FajarManado.News, Kawangkoan — Kabar gembira bagi masyatakat Kanonang raya dan pengunjung objek wisata Bukit Kasih Kanonang Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).

Tak kurang satu setengah dekade “diperjuangkan”, akhirnya pemerintah daerah (pemda) dipastikan segera meningkatkan kualitas jalan penghubung Kelurahan Sendangan Selatan dan Desa Kanonang Tiga pada tahun 2026 ini.

Jalan penghubung itu, tak lain merupakan bagian dari akses utama menuju Objek Wisata Relegi Bukit Kasih Kanonang yang melintasi lima desa Kanonang raya.

“Saya baru cek ke Dinas PU Minahasa, jalan itu sudah mendapat anggaran pada tahun ini,” kata Asisten III Setdakab Minahasa, Dr Vicky Christian Tanor, SPi, MSi, Rabu, 18 Februari 2026.

Vicky Tanor menyampaikan kabar ini menjawab pertanyaan Ketua LPMK Sendangan Selatan, Herly Umbas, Kepala Desa (Kades) Kanonang Tiga Verra VV Lumintang, yang dipertegas Ketua LPMK Sendangan Tengah, Drs Eddy F Ruata saat Musrenbang Kecamatan Kawangkoan 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Camat setempat.

Saat mendampingi Lurah Sendangan Selatan, Lenda Kapero, SE menyampaikan usulan program, Umbas mengharapkan Pemkab Minahasa untuk segera memperbaiki dan melakukan pelebaran jalan penghubung Sendangan Selatan dan Kanonang Tiga.

“Sejak sekitar tahun 2010 lalu, setiap musrenbang kami selalu mengusulkan peningkatan status jalan itu, mengingat sebagai akses utama menuju Bukit Kasih Kanonang yang merupakan salahsatu tujuan wisata andalan Sulawesi Utara,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, katanya, sudah sempat mengalokasikan anggaran pada sekitar tahun 2024.

“Tapi tak jadi dialokasikan karena status jalannya masih tidak masuk data jalan provinsi,” kilahnya.

Kades Kanonang Tiga, Verra VV Lumintang juga menyampaikan hal yang sama pada forum yang dibuka Camat Stenly David Umboh, SSTP, MSi.

Ketika mendapat kesempatan mengusulkan program, Vivi, sapaan karibnya juga mengharapkan agar perbaikan ruas jalan penghubung tersebut dijadikan prioritas.

“Kami dengan Sendangan Selatan selalu mengusulkan perbaikan jalan itu, termasuk pelebarannya, tapi tak kunjung direalisasi,” ungkapnya.

Drs Eddy Ruata juga mendesak pemerintah daerah (pemda) untuk memperhatikan keberadaan Jalan Tondano-Remboken-Kawangkoan-Bukit Kasih Kanonang.

“Setahu saya, ruas jalan ini adalah jalan pariwisata sudah lama menjadi jalan provinsi, yang setiap saat dilalui bus-bus wisata. Jadi, harus diperhatikan karena akan memberi kesan tidak baik terhadap para turis,” tandasnya.

Ruas jalan Tondano-Remboken-Kawangkoan yang melitasi objek wisata danau Sumaru Endo Remboken tersebut, terpantau rusak cukup berat.

Selama ini, perbaikannya hanya sepenggal-sepenggal dan lainnya tambal sulam.

Apalagi, dari Desa Pulutan–Desa Tondegesan raya, bertahun-tahun tak pernah diperbaiki. Lobang-lobang menganga hampir di sepanjang ruas jalan tersebut.

Bahkan, di wilayah Desa Tondegesan air meluap menutupi badan jalan setiap hujan sedang dan deras. “Hati-hati, pelan-pelan kalau hujan di jalan itu, apalagi mobil jenis sedan dan sepeda motor,” ujar Kepala Desa Tondegesan Dua, Reagen Goni.

Begitu pun jalan penghubung Sendangan Selatan dan Desa Tondegesan Tiga, yang dihotmix tahun 2003 silam.

Beberapa tahun lalu, terpantau sempat ada yang dihotmix. Tapi hanya di pemukiman Kelurahan Sendangan Selatan, tidak sampai ke Desa Kanonang Tiga, yang jalannya sempit berliku.

Kepastian Tahun 2026

Dalam keterangannya, Asisten Vicky Tanor memastikan perbaikan jalan tersebut telah dikonfirmasikannya kepada Dinas PU Minahasa.

“Saya baru saja telepon. Jalan itu sudah dapat anggaran tahun 2026 ini,” ungkap Asisten Administrasi Umum itu, sambil meletakkan telepon genggam di meja pimpinan acara.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat tersebut belum sepenuhnya akan direalisasi.

“Masih pengaspalan, belum ada pelebaran dan pembangunan tanggul,” ujarnya.

Melihat keberadaan ruas jalan itu, lanjutnya, pemda masih harus mengalokasikan anggaran ganti untung untuk ruang pelebaran.

“Jadi butuh anggaran tambahan lagi, ya kecuali pemilik tanah merelakan. Kita bicarakan itu nanti,” kilah Vicky yang mengatakan akan mengkoordinasikan perbaikan total ruas jalan Tondano-Remboken-Kawangkoan.

[rama]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *