Motoling, Fajarmanado.com – Masyarakat Kecamatan Motoling Raya mendampakan kehadiran rumah sakit di wilayahnya. Mereka pun mengusulkan agar Puskesmas Motoling dapat ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit.
“Di wilayah ini sudah sangat mendesak ada rumah sakit karena cukup jauh dan memerlukan waktu yang agak lama untuk menjangkau rumah sakit terdekat,” kata Donald Pesik.
Ia menilai Puskesmas Motoling yang berada di Desa Motoling Mawale sangat layak dan tepat ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe B, yang dilengkapi berbagai prasarana pendukung kesehatan, bukan hanya ruang rawat inap tetapi juga memungkinkan untuk melakukan tindakan medis.
Warga Motoling raya, Tompasobaru, Maesaan dan Modoinding selama ini agak kesulitan memperoleh layanan kesehatan yang membutuhkan pelayanan intensef. Selama ini, yang menjadi tempat rujukan adalah RS Kalooran milik GMIM di Amurang atau RSU Prof Kandouw di Malalayang, Manado.
“Jaraknya cukup jauh sehingga masyarakat sering mendapat kesulitan untuk membawa anggota keluarga yang sakit ke rumah sakit, apalagi mereka yang tidak memiliki mobil pribadi,” ujarnya kepada Fajarmanado.com di Motoling, baru-baru ini.
Kerinduan warga Motoling raya ini telah berkali-kali diusulkan melalui Musrembang desa dan kecamatan maupun kepada para anggota DPRD Minsel dan DPRD Sulut ketika melakukan reses dalam beberapa tahun terakhir. ‘
“Semoga saja tahun 2017 ini usulan masyarakat ini bisa direalisasikan,” imbuh Pesik, warga Motoling yang juga aparatur sipil negara (ASN) SMP Negeri 1 Motoling ini.
Joppi Tompunu, SSos, mengatakan bahwa di Motoling memang layak dibangun rumah sakit. Selain untuk menjangkau RS Kalooran Amurang membutuhkan waktu yang cukup lama, penduduk di wilayah, yang tengah diusul menjadi daerah otonom baru (DOB) Minsela ini sudah cukup banyak.
“Memang sudah wajar kalau di wilayah ini memiliki rumah sakit,” kata mantan Camat Motoling ini.
Namun Tompunu menyatakan bahwa kerinduan masyarakat tersebut kini sulit diwujudkan. “Kalau melihat aturan untuk saat ini tidak bisa lagi. Sebab, RSUD Amurang saja sudah dihapus dan diganti dengan UPTD RSUD Amurang,” ujarnya.
Meski begitu, ia tidak menampik jika kemungkinan tersebut tetap saja ada. “Semuanya bisa terjadi kalau usulan sangat kuat dan memiliki dasar yang kuat pulai,’’ paparnya.
Tompunu juga mengakui kalau harapan masyarakat tersebut sudah lama mengedepan. “Saya tahu persis. Itu pun sudah beberapa kali muncul di Musrembang desa dan kecamatan tapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” kata pria yang juga mantan Camat Maesaan ini.
Ia menilai ada alasan kuat masyarakat mengharapkan kehadiran rumah sakit di wilayah tersebut. Yakni, soal jarak Motoling dan sekitarnya dengan RSUD Amurang atau RS Kalooran, yang cukup jauh.
(andries)