DPP APDESI

AJI Manado Deklarasikan Serikat Pekerja Lintas Media

AJI Manado Deklarasikan Serikat Pekerja Lintas Media
Fransiskus Tolokon
Tondano, Fajarmanado.com – Jurnalis yang bernaung di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, mendirikan Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM). Pendeklarasian serikat pekerja ini akan dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Jalan 17 Agustus Kecamatan Wanea, Kamis (18/5/2017) hari ini

Hal tersebut diungkapkan Ketua SPLM Sulawesi Utara Fransiskus Tolokon. “Dengan SPLM ini, diharapkan bisa menjadi wadah dalam memperjuangkan kesejahteraan bagi pekerja media,” ujar Talokon pagi tadi.

Dikatakannya, dunia jurnalis merupakan profesi dan pekerjaan yang berat dan harus diperjuangkan. Untuk itu dengan bergabung ke SPLM, pekerja media akan lebih paham tentang Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga mendapat perlakuan yang baik dari perusahaan media tempat mereka bekerja.

“SPLM bukan hanya untuk anggota AJI Manado saja, tapi terbuka bagi setiap jurnalis dan karyawan yang bekerja di perusahaan media,” terang jurnalis Koran Harian Metro ini yang didampingi Sekretaris Ady Putong.

Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun menyebut serikat pekerja sangat penting karena menjadi wadah untuk memperjuangkan, membela, serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarga.

“Ada berbagai masalah yang kerap muncul antara perusahaan media dan pekerja, di antaranya hubungan kerja yang tidak jelas, upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), serta risiko dari pekerjaan yang tidak mendapat tanggungan dari perusahaan, itu yang nantinya kami coba perjuangkan,” katanya.

Kontributor Liputan6.com untuk wilayah Sulut ini mengatakan, AJI Manado siap mendampingi SPLM Sulut dan mengawalnya, karena embrio SPLM memang berasal dari AJI Manado.

“Diharapkan kehadiran SPLM ini mampu menjawab keluhan-keluhan pekerja media yang selama ini belum terakomodir,” tandasnya lagi.

Menandai pendeklarasian SPLM Sulut, akan diadakan diskusi panel bertajuk ‘Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Pekerja Media’. Diskusi ini sekaligus membangun kepedulian dalam memperjuangkan kesejahteraan para pekerja media.

(fis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *