Fajarmanado.com, Tomohon–Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Dr. Johannes Victor Mailangkay (YSK–Victory) berkomitmen mereka dalam mendukung pemerintahan yang bersih dan anti korupsi.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh mantan wakil ketua partai Gerindra Tomohon yang terlibat dalam pembentukan partai tersebut sejak tahun 2008, Mychel Pondaag, ST, YSK menegaskan dukungannya kepada pasangan Miky Wenur dan Cherly Mantiri sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon 2025–2030.
Komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berfokus pada pemberantasan korupsi di semua lini pemerintahan.
YSK, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerindra Sulawesi Utara, dengan tegas meminta simpatisan dan relawan Gerindra di Tomohon untuk bersatu mendukung Miky-Cherly, pasangan yang dinilai sebagai representasi perubahan yang transparan dan akuntabel.
Namun, arah koalisi ini tidak diikuti oleh Sendy Rumajar, Ketua Gerindra Tomohon yang merupakan pendatang baru di partai tersebut.
Pasalnya, Sendy justru memilih maju sebagai calon Wakil Wali Kota berpasangan dengan Caroll Senduk dari PDIP, partai yang secara historis menjadi lawan politik Gerindra.
Langkah Sendy ini menimbulkan reaksi keras dari YSK, yang menyebut tindakan tersebut sebagai pembangkangan terhadap arahan koalisi yang jelas dan tegas.
Sendy Rumajar juga menjadi sorotan karena latar belakang keluarganya yang terkait dengan kasus korupsi.
Ayahnya, Jefferson Rumajar, mantan Wali Kota Tomohon, saat ini masih menjalani hukuman penjara atas kasus korupsi yang terjadi selama masa jabatannya pada 2010.
Hal ini semakin mempertegas bahwa komitmen Sendy terhadap agenda anti-korupsi sangat diragukan, terutama di tengah dukungan partai yang solid untuk calon yang menjunjung tinggi nilai transparansi dan akuntabilitas, seperti yang dibawa oleh Miky-Cherly.
Dalam suasana politik yang semakin memanas di Tomohon, tuduhan “politik Caparuni” atau kotor dan menjijikan yang dilontarkan kubu Sendy terhadap Golkar juga semakin memperlihatkan ketidakjelasan sikap Sendy dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi yang digalakkan oleh koalisi.
Menanggapi hal ini, Miky Wenur menegaskan bahwa dirinya bersama Cherly Mantiri akan terus fokus pada agenda perubahan yang berlandaskan pemerintahan bersih dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bagian dari KIM yang didukung oleh Presiden Prabowo, Miky-Cherly berkomitmen untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pemerintahan kota Tomohon.
Pasangan ini membawa harapan baru bagi masyarakat Tomohon yang telah lama mendambakan perubahan dan perbaikan mendasar, terutama dalam pelayanan publik dan kesejahteraan sosial.
Dengan semakin jelasnya arah koalisi di tingkat provinsi dan kota, pasangan YSK-Victory dan Miky-Cherly optimis dapat meraih kemenangan, sekaligus memastikan bahwa pemerintahan mendatang akan bebas dari praktik korupsi dan politik kotor yang selama ini merugikan masyarakat.
[**/nly]