Ribuan Umat Kristiani Padati Kawasan Mega Mas Manado Rayakan Paskah Nasional 2026

Oplus_131072

FajarManado.News, Manado – Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Sulawesi Utara tumpah ruah, mengikuti Perayaan Paskah Nasional di kawasan Pohon Kasih, Mega Mas, Kota Manado pada Rabu (8/4/2026).

Kehadiran sekitar 10.000 jemaat ini bertujuan untuk merayakan Paskah Nasional 2026 yang mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, sebuah momentum besar yang dirancang untuk mempererat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Kemeriahan Ibadah dan Penampilan Artis Rohani

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari. Setelah gerbang dibuka pada pukul 09.00 WITA, jemaat langsung mengisi area tribun dan lapangan untuk mengikuti ibadah syukur yang dimulai pukul 10.00 WITA.

Suasana semakin khidmat dan meriah dengan penampilan artis rohani kenamaan, Yoshua Abraham dan Maria Sandi, yang membawakan lagu-lagu pujian sebelum memasuki sesi doa syafaat bersama bagi bangsa dan negara.

Pesan Paskah dan Sambutan Tokoh Nasional

Puncak acara diisi dengan penyampaian Pesan Paskah dan rangkaian sambutan dari tokoh-tokoh penting, di antaranya:

Uskup Manado: Memberikan pesan penguatan iman bagi seluruh jemaat.

Menteri Agama, Gugun Gumilar: Menekankan pentingnya toleransi dan peran agama dalam membangun bangsa.

Oplus_131072

Utusan Khusus Presiden, Hasyim Djojohadikusumo: Menyampaikan apresiasi pemerintah atas terselenggaranya acara berskala nasional ini di Sulawesi Utara sebagai barometer kerukunan.

Pagelaran Budaya dan Penutup

Menjelang siang, acara dimeriahkan dengan pagelaran seni yang mengangkat kearifan lokal, seperti:

Tarian Pagelaran kolosal.

Penampilan musik dari Gio Lelaki.

Pertunjukan seni tradisional Masamper dan harmoni dari paduan suara.

Hadir pula dalam acara ini jajaran Forkopimda Sulut serta tokoh-tokoh lintas agama yang menunjukkan soliditas antarumat di Bumi Nyiur Melambai. Seluruh rangkaian acara resmi ditutup oleh pembawa acara (MC) tepat pada pukul 14.20 WITA dengan tertib.

“Event ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan bukti nyata bahwa perbedaan adalah kekayaan yang memperkuat kemanusiaan kita,” ujar Ketua Panitia dalam laporannya.

(Lukhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *