Fajarmanado.com, Tondano — Menatap pemilihan langsung kepala daerah (Pilsung Kada) ke empat di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, masyarakat menaruh harap melahirkan pemimpin yang visioner dan berkomitmen.
Visioner dan berkomitmen sungguh-sungguh, menjadi kriteria pemimpin harapan baru masyarakat daerah Toar Lumimuut agar Kabupaten Minahasa maju dan sejahtera.
Jadi, calon pemimpin yang bukan hanya sebatas mengumbar slogan, tapi benar-benar mengabdi untuk membawa perubahan signifikan, baik di bidang pembangunan maupun ekonomi masyarakat.
Masyarakat Minahasa mengaku kecewa dengan janji-janji manis para kontestan Pisung Kada pascapemekaran daerah terluas dan terbanyak penduduk di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2003 dan 2008 ini.
Kendati kini tinggal tersisa 25 kecamatan, setelah dimekarkan pula, namun derap pembangunan di daerah yang melahirkan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Utara dan Kota Tomohon ini, masih terseok-seok.
Sebagai kabupaten induk, Minahasa dinilai justru tertinggal jauh dari empat DOB, ‘anak-anaknya’ sendiri.
Wajah daerah yang pemerintahannya telah berusia 76 tahun sejak pertama kali dipimpin Bupati Dirk August Theodorus Gerungan selang 20 Maret 1948–17 Desember 1949 ini, masih saja nyaris tak berubah.
Sampai Bupati Ir. Royke Octavian Roring, MSi (29 September 2018–25 September 2023), produk Pilkada 2017, berbagai persoalan tetap menggurita, tak kunjung teratasi.
Masalah eceng gondok di Danau Tondano, misalnya.
Kendati mengancam suplai air ke PLTA Tanggari dan menggerus ekonomi nelayan dan peternak ikan air tawar warga sekitar, eceng gondok tak kunjung juga teratasi sampai saat ini.
Tak hanya melahap miliaran rupiah dari APBD, waktu ASN sampai perangkat desa dan kelurahan ikut terbuang karena kerap dimobilisasi mengangkat gulma yang cepat tumbuh menjalar itu.
Begitu pun pembangunan infrastruktur, terutama jalan-jalan penghubung antarkecamatan, desa dan keluhahan serta jalan penghubung objek-objek wisata. Kalau toch ada, kebanyakan hanya ‘ditambal sulam’ saja.
Yang justru berkembang pesat, pembangunan di kawasan pemukiman dan jalan usaha tani yang dibangun dengan menyerap dana desa.
“Untuk itu, Minahasa kini dan ke depan butuh pemimpin yang visioner dan berkomitmen serta memiliki jaringan yang luas,” komentar pengamat sosial, politik dan pemerintahan, Emil Max Suak kepada Fajarmanado.com, Selasa (09/07/2024).
Dihubungi melalui saluran seluler, Emil Suak menyebut ada figur yang memiliki kapasitas itu yang mencalonkan pada Pilkada Minahasa 2024.
“Bukan mengenyamping yang lain, itu ada pada Ibu Youla Lariwa Mantik. Karena saya tahu persis siapa wewene Minahasa yang satu ini,” ujar Emil, sapaan karib pria asal Desa Kiawa Dua, Kecamatan Kawangkoan Utara ini.
Rekam jejak wanita yang lahir di Manado dan menghabiskan masa anak-anak hingga dewasa di Tondano ini, lanjutnya, punya komitmen yang kuat dalam memimpin.
“Setahu saya, Youla ini pernah menjadi Ketua Pemuda Pancasila. Siapa pun pasti bilang, seorang wewene yang memegang ormas Pemuda Pancasila, dia itu pasti tangguh,” tandasnya.
Karena itulah, Emil menilai Youla layak mengusung tema YLM untuk Minahasa Keter atau kuat dalam membangun nanti.
“Dia ingin menjadikan semuanya kuat. Masyarakat kuat dalam ekonomi, kuat SDM dan Minahasa kuat membangun. Inilah pemimpin harapan baru agar Minahasa maju dan sejahtera,” katanya.
“Mengapa, sekilas saya melihat program-program aksinya selaras dengan Minahasa Keter untuk Minahasa Maju tanpa korupsi,” sambung Emil.
Youla Lariwa Mantik, SH, MH (YLM) adalah pengusaha sukses spesialisasi batu bara, sawit dan properti.
Kandidat doktor hukum Unsrat Manado ini, juga dikenal sebagai lawyer, yang peduli dan merakyat.
YLM mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Bupati (Cabup) Minahasa 2024 melalui Partai Gerindra.
“Sebagai pengusaha sukses dan pengacara, suatu hal yang muskil apabila Youla berniat mencari keuntungan finansial ketika menjadi bupati. Ini nilai plus dari Youla,” tandasnya.
Akan tetapi, lanjut Emil, untuk mengklaim plat nomor DB 1 B, Youla harus berjuang keras mendapat restu untuk diusung partai politik dan rajin turun bersosialisasi ke masyarakat.
“Kalau berhasil merebut hati masyarakat pada Pilkada Serentak 2024 ini, Youla akan mencatat sejarah baru, ujarnya.
Bukan hanya percepatan pembangunan infrastruktur, menciptakan SDM unggul dan lapangan kerja, YLM akan menjadi bupati wanita pertama di Minahasa.
“Ya, sekaligus sosok bupati ke empat hasil pilsung dan Bupati Minahasa ke 20 dari 22 periode pemerintahan,” papar Emil.
[heru]