Amurang, Fajarmanado.com – Masa reses I anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) telah berakhir Sabtu (29/4) lalu. Namun warga menyangsikan jika aspirasi mereka tidak akan gol masuk program pembangunan pemkab.
Neni Dimn, warga Buyungon, Kecamatan Amurang menyatakan terhadap wibawa anggota dewan yang berjumlah 30 orang di Minsel. Aspirasi yang ditampung para wakil rakyat itu setiap reses nyaris tak ada yang ditindaklanjuti. Tak heran kalau tidak semua legislator yang memanfaatkan masa reses pertama 2017 ini.
“Banyak sekali aspirasi yang disampaikan kepada anggota DPRD Minsel saat menggelar masa reses tapi hampir tak ada yang ditindaklanjuti, seakan hanya disimpan atau tidak disampaikan kepada eksekutif selama ini,” ujarnya.
Karena itulah, lanjut dia, tak heran hanya sekitar 20 dari 30 anggota dewan yang memanfaatkan reses kali ini. “Sebab, sebagai mana reses sebelumnya, semua aspirasi masyarakat hanya sampai dicatat karena hampir tidak ada yang diwujudkan eksekutif,” ungkapnya.
Diman mengatakan, memang swaat reses dewan banyak usulan yang disampaikan masyarakat di setiap desa. Dari semua harapan itu, paling hanya satu yang diterima. Begitu pun dengan aspirasi yang disampaikan rakyat melalui forum Musrenbang.
“Jadi reses maupun Musrenbang terkesan hanya acara serimonial yang cuma menghamburkan waktu dan uang saja,” katanya.
Senada dikatakan Kristian Lumintang. Warga Minsel ini menilai jika aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui reses dewan kebanyakan tidak terlihat realisasinya.
Lumintang mengatakan, reses Wakil Ketua DPRD Minsel Franky Jirro Lelengboto (Frato) terkesan lebih konret atau banyak yang ditindaklanjuti.
“Kalau aspirasi yang masuk lewat Frato, kalau dievaluasi masih lebih banyak yang direalisasikan dibanding anggota dewan lainnya,” ungkap Lumintang, warga Kelurahan Buyongan ini, seraya menunjuk sejumlah proyek yang telah dikerjakan.
Oleh sebab itu, Lumintang menegaskan bagi warga Buyungon sendiri patut berterima kasih kepada Frato. “Di mata saya, banyak janjinya di Buyungon dan Amurang pada umumnya yang telah direalisasikan,” pungkasnya.
(andries)