DPP APDESI

Steven Kandouw, Politisi PDIP yang Fenomenal

Steven Kandouw, Politisi PDIP yang Fenomenal
Drs Steven Octavianus Estefanus Kandouw
Manado, Fajarmanado.com – Siapa yang tak kenal dengan sosok politisi PDIP sejati yang satu ini. Sempat gagal menjadi ‘orang nomor dua’ di tanah kelahirannya, Kabupaten Minahasa, putra Tondano ini justru melompat menjadi ‘orang nomor dua’ di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Cukup fenomenal, memang.

Dia adalah Drs Steven Octavianus Estefanus Kandouw. Steven, sapaan akrabnya,  memang patut bersyukur pada Selasa (05/09/2017), hari ini. Bukan hanya karena mampu menunjukkan komitmen melayani rakyat sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Sulut selang 1 tahun, 7 bulan dan 3 hari sejak dilantik bersama Gubernur Olly Dondokambey SE pada 12 Pebruari 2016, tetapi juga  karena tanggal 5 September 2017 ini, dia genap berusia 48 tahun.

Karir politik Steven, sapaan akrab anak pengusaha sukses asal Tondano, alm. PO Kandouw, ini memang sempat mengalami ‘pasang surut’. Meski tiga periode berturut terpilih sebagai anggota Dewan Sulut, Steven sempat gagal merebut DB 2 B  atau Wakil Bupati Minahasa pada Pilkada 2007.

Ketika itu, diusung partai banteng moncong putih, Steven berpasangan dengan Ir Roy Oktavianus Roring MSi sebagai calon bupati. Namun pasangan ROR-SK tak mampu menumbangkan incumbent Drs Stevanus Vreeke Runtu, yang ketika itu bersandingan dengan Drs Jantje Wowiling Sayow, MSi, yang kini Bupati Minahasa.

Gagal merebut kursi Wakil Bupati Minahasa, ketika mengakhiri masa jabatan anggota dewan periode ke dua, 2004-2009, Steven pun kembali bertarung pada Pemilu Legislatif (Pileg). Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ini, akhirnya kembali terpilih duduk di ‘gedung cengkih’ Sario Manado dan dipercayakan sebagai Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Prestasi dan kepiawaiannya menjadi salahsatu ketua komisi, ternyata berhasil membuat suami dari dr Devi Kartika Tanos MARS ini menarik simpati dan dukungan masyarakat. Tak heran, hasil Pileg 2014 mengantar Steven menduduki Ketua Dewan Sulut pada September 2014.

Mandat rakyat ini  diberikan kepada Steven karena meraup suara individu terbanyak, yakni 33.649 suara.

Berbekal pengalaman sebagai wakil rakyat sejak tahun 2004, Steven mampu menunjukkan kepedulian, yang benar-benar bersikap pro rakyat, makanya oleh DPP PDIP, Steven ‘dicopot’ dari jabatannya, kemudian dipaketkan dengan Bendahara Umum DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey SE sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada Pilkada serentak tahun 2015.

Melalui pesta demokrasi Pilkada 9 Desember 2015 tersebut, pasangan yang dikenal dengan sebutan OD-SK itu pun unggul jauh dari dua pasangan calon pemimpin Sulut lainnya.

Raupan suara sah sebanyak 647.252 suara, membawa OD-SK unggul jauh dari pasangan Benny Mamoto-David Bobihoe (Benny-David), yang diusung Partai Golkar, PKS dan PKPI dan paket Maya Rumantir-Glenny Kairupan (Maya-Glenny) yang dijagokan Partai Demokrat dan Gerindra. Benny-David hanya 389.463 suara, sementara Maya-Glenny 222.233 suara.

OD-SK kemudian dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut periode 2016-2021 di Istana Negara, Jakarta pada 12 Februari 2016.

Penulis : Fenjell Pioh

Editor    : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *