DPP APDESI

Soal IvanSa Siap Bersama PG, Wowor : Tidak Ada Sanksi Pemecatan

Soal IvanSa Siap Bersama PG, Wowor : Tidak Ada Sanksi Pemecatan
Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Sulut Ferry Wowor dan Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Drs Stefanus Vreeke Runtu. Foto: Maxi "Macik" Laloan
Manado, Fajarmanado.com – Pasca terjaring dan pernyataan sikap Ivan Sarundajang SH maju bersama Partai Golkar (PG) pada Pilkada Minahasa 2018, mengundang reaksi beragam dari berbagai kalangan. Namun DPD PDIP Sulut menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk memberikan sanksi pemecatan kepada kader banteng yang terjaring partai lain.

“Hanya di DPC (PDIP) Minahasa yang mungkin begitu. Perlu saya tegaskan, PDIP Sulut tidak mengenal istilah sanksi pemecatan untuk hal semacam ini,” tegas Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Sulut, Ferry Wowor kepada Fajarmanado.com di Manado, Senin (03/07/2017), malam tadi.

Wowor mengatakan, PDIP tidak akan melakukan pemecatan terhadap kadernya yang terjaring masuk daftar kandidat bakal calon Pilkada dari partai lain. PDIP terbuka dan membuka diri apabila kadernya dijaring dan disurvei partai lain.

“Sepertinya di Minahasa. Yang dijaring PDIP bukan hanya IvanSa, tapi ada HAG dan RD. Kita harus bangga kalau kader PDIP dilirik oleh partai lain,” ujar pria yang juga Ketua Olly Dondokambey Centre (ODC) ini.

Seperti diketahui, IvanSa, yang masih menjabat Wakil Bupati Minahasa usungan PDIP pada Pilkada 2012, meraup dukungan 222 pada kegiatan Sosialisasi dan Penjaringan Balon peserta Pilkada 2018 dari eksternal PG.

Jumlah suara tersebut menempatkan IvanSa menduduki posisi teratas, disusul Joula Lariwa di tempat ke dua. Selain IvanSa, ada nama kader PDIP Sulut lainnya yang muncul dalam menjaringan eksternal PG tersebut. Mereka, adalah, Hangky Arther Gerungan (HAG) dan Robby Dondokambey (RD).

Sementara itu, IvanSa menegaskan bahwa langkah merespon hadir dan memberikan sambutan atas hasil penjaringan PG Minahasa di Tompaso adalah bagian dari langkah yang diambil atas petunjuk Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey, SH.

“Dalam rangka pilkada 2018, saya sudah menghadap Ketua DPD PDI Perjuangan dan juga Gubernur saya, Bapak Olly Dondokambey,” katanya kepada wartawan di Tondano, siang tadi.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya,  Olly Dondokambey mengarahkan untuk bersosialisasi dengan melakukan kerja-kerja politik. “Dan mengenai untuk melobi partai lain, beliau mengatakan kalau ada komunikasi dengan partai lain itu baik,” ujar IvanSa.

Menyinggung soal lobi politik dengan partai lain ini, Wowor mengatakan, PDIP secara kelembagaan juga melakukan lobi politik dengan partai lain, termasuk dengan PG sehubungan dengan telah dijaringnya IvanSa bersama kader PDIP lain, seperti HAG dan RD.

“Dalam proses penjaringan sampai penetapan calon PG untuk Pilkada Minahasa, PDIP akan menjalin komunikasi politik dengan PG. Bisa saja, PDIP bergabung ikut mengusung kader yang dijaring PG. Namanya politik, segala kemungkinan bisa saja terjadi,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan hasil penjaringan PG dan PDIP berbeda, Wowor mengatakan, tentu akan mengusung pasangan calon berbeda pula.

“Tapi untuk melakukan pemecatan kader, harus punya dasar yang jelas. Ada mekanismenya. Itu harus melalui badan kehormatan, mulai dari DPC, DPD sampai di DPP,” jelasnya. “Jadi tidak sembarangan untuk memecat kader,” pungkas Wowor.

Penulis : Fiser Wakulu

Editor   : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *