DPP APDESI

Pilkada Minahasa: RD Masih Tangguh, Gerindra Bakal Keok Jika Arogan dan Keliru Usung Calon

Youla Lariwa Mantik, Susi Fiane Sigar dan Olga Sayow Singkoh, tiga srikandi yang meramaikan konstelasi Pilkada Minahasa 2024 yang mendaftar melalui Partai Gerindra. Foto: Ist.

Fajarmanado.com, Tondano — Pendaftaran pasangan calon (paslon) Pilkada Serentak 2024 tinggal menghitung hari. Kalkulasi politik harus cermat. Jika keliru, mesti rela gigit jari.  

Menarik diikuti, Pilkada Minahasa. Hanya PDIP dan Gerindra yang memenuhi syarat mengusung paslon sendiri.

Menguasai 19 dari 35 kursi DPRD hasil Pileg 14 Februari 2024 lalu, PDIP kans mengusung Robby Dondokambey (RD).

Sementara Gerindra, yang mengoleksi 8 kursi, dikabarkan masih terjadi tarik menarik, siapa yang akan mendapat rekomendasi sebagai calon bupati (cabup).

Sedangkan PDIP, tak ada figur lain yang telah mendapatkan rekomendasi dari partai besutan Megawati Soekarnoputi itu di Minahasa. Hanya RD, Ketua DPC PDIP dan Wakil Bupati Minahasa 2018–2023 ini.

Sedangkan bakal Cabup Minahasa periode 2025–2030 dari Gerindra,  belum juga ada yang mendapat rekomendasi dari partai besutan Prabowo Subianto ino. Padahal, pendaftaran paslon segera dibuka KPU pada 27 Agustus mendatang.

Hangat beredar, ada 8 figur yang mendaftar di Gerindra. Tapi ketika Yulius Selvanus Lumbaa Komaling mendapat mandat sebagai Ketua DPD Gerindra Sulawesi Utara (Sulut), sikap politik partai Kepala Burung Garuda itu, berubah. Koalisi Indonesi Maju (KIM) layaknya bubar di daerah Nyiur Melambai ini.

Nama-nama hasil penjaringan balon kandidat Pilkada Minahasa 2024 yang sudah diusulkan ke DPP, oleh Yulius Selvanus dinyatakan belum final atau akan dievaluasi kembali.

Oleh karena itu, tiga kandidat figur yang masuk daftar balon Bupati Minahasa melalui Partai Gerindra, terpantau terus jor-joran melakukan sosialisasi, turun menyapa langsung masyarakat.

Seiring dengan itu, kabar-kabar liar berhembus jika balon peserta Pilkada Minahasa yang akan ditetapkan DPP Partai Gerindra adalah figur yang minim “turun gunung”. Tapi dekat dengan Yulius Selvanus.

Pengamat politik, Drs. Eddy Ruata mengatakan, khusus figur balon Bupati Minahasa saat ini, RD berada di atas kertas.

Selain sukses mengantar 19 kadernya melenggang ke Gedung Manguni, jabatan Wakil Bupati (Wabup) 2018–2023 adalah modal kuat RD, yang tak lain adalah Ketua DPC PDIP Minahasa.

Kakak kandung Gubernur Olly Dondokambey ini sudah dikenal luas oleh masyarakat di daerah Toar Lumimuut. Sebelum Wabup, OD adalah Dirut PDAM Minahasa.

Tak kalah penting, dukungan ASN yang terpantau dalam pembuatan dan atau pemasangan baliho-baliho sosialisasi. Bukan hanya dari ASN Minahasa, tapi juga ASN Pemprov Sulut.

“Untuk melawan RD pada Pilkada tahun ini, harus head to head. Kalau lebih dari dua paslon, terasa sangat tipis sekali kemungkinan RD tumbang,” kata mantan birokrat Minahasa itu.

Untuk itu, Gerindra jangan jumawa atau terlalu percaya diri, apalagi arogan akan memenangkan Pilkada Minahasa 2024.

“Ya, apalagi kalau hanya memenuhi keinginan petinggi partai, bukan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Prabowo Effect

Senada dengan itu, pengamat sosial politik lainnya, Emil Suak mengingatkan Gerindra supaya jangan mengandalkan Prabowo effect dalam Pilkada Serentak 2024, termasuk Pilkada Minahasa.

“Kalau pada Pilpres dan Pileg lalu, karena serentak, oke-okelah. Walaupun kan tidak terlalu signifikan hasilnya. Nyatanya, hasil Pilpres tidak berbanding lurus dengan Pileg, karena kursi dewan dikuasai PDIP,” kilahnya.

Ia sependapat apabila masyarakat Sulut, termasuk Minahasa sudah sangat yakin bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto akan memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di Minahasa sebagai kampung halaman ibundanya.

“Jadi, dalam Pilkada (Minahasa) nanti, masyarakat hanya akan lebih fokus pada figur dan komitmen dari calon pemimpin,” katanya.

“Paslon mana yang menjamin akan konsisten untuk  mensinkronkan dan menjalankan program Prabowo, itu yang berpeluang akan dipilih. Bukan lagi melihat kendaraan politik atau partai,” sambung dia.

Meski begitu, lanjutnya, sikap pragmatis masyarakat, harus dipertimbangkan pula.

“Kita lihat saja hasil Pileg lalu, siapa yang punya ongkos politik yang banyak dan termanfaat dengan tepat, rata-rata terpilih,” ujarnya sambil tersenyum.

Potensi 3 Paslon

Merujuk hasil Pileg 2024, Pilkada Minahasa berpotensi tiga calon. Selain PDIP dan Gerindra, juga gabungan empat partai. Yakni, Golkar 4 kursi, Demokrat 2 kursi dan masing-masing 1 kursi NasDem dan Perindo.

Potensi ke arah tiga paslon itu pun mulai terkuak. Pasalnya, Youla Lariwa Mantik, SH, MH, salahsatu kandidat yang mendaftar di Gerindra Minahasa, dikabarkan telah memperoleh dukungan Partai Demokrat.

Bahkan, wewene Minahasa yang mengusung slogan Minahasa Keter itu telah mendapat formulir B1KWK dari partai berlambang Mercy.

Rekomendasi itu diterima langsung Youla Lariwa Mantik dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta pada Kamis malam, 8 Agustus 2024.

Jika Youla, lawyer sekaligus pengusaha sukses spesialis batu bara, sawit dan properti ini berhasil merangkul Golkar, NasDem dan Perindo, maka Pilkada Minahasa akan menyajikan tiga paslon.

Peluang Gerindra menang akan semakin kecil, malahan bisa keok apalagi jika keliru mengusung paslon.

Dengan tiga paslon, PDIP diprediksi bakal mudah membuat hattrick pada pesta demokrasi lima tahunan di Minahasa, daerah tingkat II terbesar di Provinsi Sulut ini.

Namun, jika Gerindra konsisten dan solid mewujudkan KIM Plus di Pilkada Minahasa, maka akan membuka peluang KIM kembali mengantar kemenangan di kampung halaman ibunda Prabowo.

[heru]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *