Pilkada 2018, KPU Minahasa Luncurkan Logo Si Payangka

Pilkada 2018, KPU Minahasa Luncurkan Logo Si Payangka
INOVASI : KPU Minahasa saat memperkenalkan Logo Pilkada Minahasa 2018 yang menggunakan Ikan Payangka sebagai ikon utamanya, di Kantor KPU, Sasaran Tondano, Jumat (11/08/2017).
Tondano, Fajarmanado.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa telah menetapkan logo Si Payangka dalam helatan Pilkada Minahasa tahun 2018 mendatang.

Ikon utama dalam logo tersebut adalah Ikan Payangka. Dalam logo itu, tampak jelas ikan Payangka memegang paku dan kertas suara bertuliskan tanggal 27 Juni 2018 menghadap Kotak Suara.

Menurut Ketua KPU Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon, ada kajian mendalam sebelum pihaknya memilih dan menetapkan logo tersebut.

Tinangon menjelaskan, ikan Payangka yang memiliki nama ilmiah (scientific name) Ophieleotris aporos, Bleeker merupakan salah satu ikan yang menjadi ciri khas Danau Tondano bahkan menjadi kebanggaan masyarakat sekitar Danau Tondano.

Saat ini, nilai ekonomis Payangka telah berkembang di mana dari sebelumnya hanya dihidangkan di meja makan keluarga, kini Payangka telah menjadi hidangan restaurant.

“Payangka, sejatinya bukan ikan asli Danau Tondano, Ikan ini diintroduksi di Danau Tondano pada Tahun 1902 dari Danau Limboto, Gorontalo (eks, Provinsi Sulawesi Utara). Karena sudah lama diintroduksi kedalam Danau Tondano dan mampu bertahan bahkan menjadi spesies dominan, sehingga masyarakat menganggap Payangka sebagai ikan asli Danau Tondano,” ujar Tinangon, Jumat (11/8/2017) tadi.

Lanjutnya, yang menarik dari eksistensi Payangka di Danau Tondano adalah kemampuannya bertahan di tengah kompetisi dengan ikan-ikan yang lain. Yang bahkan sebagian telah hilang atau hampir mengalami kepunahan lokal.

Kemampuan payangka untuk bertahan hingga saat ini disebabkan karena variasi makanan payangka sangat luas dan relative tidak ada pesaing untuk makanan yang sama. Selain kemampuan memanfaatkan makanan, payangka memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi.

Kemampuan ini antara lain: mampu memijah sepanjang tahun yang puncaknya pada bulan Juni, September dan Desember. Dengan produksi telur rata-rata sekitar 30.000 – 60.000 butir tiap individu, dan masing-masing individu dapat bertelur minimal dua kali dalam setahun.

Anak ikan payangka disebut nike. Merupakan fase juvenil atau anak ikan yang memiliki bentuk tubuh seperti induknya, tetapi lebih kecil dan organ reproduksinya masih dalam perkembangan sehingga belum berfungsi/individu yang masih muda dari Payangka.

Penggunaan kata ‘nike’ di tempat lain menunjuk pada kumpulan ikan kecil dari berbagai spesies. Nike/payangka kecil memiliki sifat hidup kolektiv/bergerombol/berkumpul.

Potensi ancaman Ikan Payangka adalah degradasi lingkungan Danau Tondano dan introduksi spesies asing dan spesies eksotik yang memiliki relung (niche) misalnya kesamaan makanan dan kebutuhan bio-ekologis lainnya serta spesies predator.

Dari uraian tersebut, Tinangon mengatakan bahwa alasan pemilihan ikan Payangka sebagai ikon utama logo Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tahun 2018 adalah:

  1. Payangka sebagai penunjuk karakter lokal yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, dan karenanya harus dilestarikan, sebagaimana juga demokrasi elektoral (sistem demokrasi dengan pemilihan pemimpin oleh rakyat) yang menjadi karakter lokal/ kearifan lokal (local wisdom) masyarakat Minahasa;
  2. Eksistensi payangka di Danau Tondano dimana ikan ini mampu bertahan / eksis dalam kompetisi maupun perubahan lingkungan danau, sejalan dengan eksistensi nilai-nilai luhur demokrasi di tanah Minahasa. Sekalipun bergabung dalam satu negara yang memiliki latar belakang sistem pemerintahan berbeda, namun akhirnya sistem demokrasi di Indonesia tetap eksis. Lokalitas demokrasi Minahasa mampu menjadi karakter nasional, yang dalam logo ini dikiaskan dengan bendera merah putih.
  3. Fekunditas (kemampuan bertelur) ikan payangka yang besar dan kumpulan ikan Payangka kecil yang bergerombol banyak, mengandung arti harapan akan partisipasi pemilih yang meningkat dalam Pilkada Minahasa, dimana masyarakat akan berduyun-duyun datang ke TPS ibarat nike yang berenang bergerombol dalam jumlah besar. Harapan akan partisipasi pemilih ditunjukan dengan simbol payangka yang memegang paku dan surat suara dan menyampaikan kata ajakan: Marijo bapilih !
  4. Nike/payangka kecil memiliki sifat hidup kolektiv/bergerombol/berkumpul juga menunjuk kepada sifat kolektif kolegial KPU sebagai penyelenggara Pemilihan.
  5. Puncak pemijahan Payangka di bulan Juni, sejalan dengan bulan palaksanaan Pilkada yaitu Juni Tahun 2018.

Sementara kata Payangka, lanjut Tinangon, juga diberi arti sebagai kependekan dari kalimat slogan ‘Pilkada yang kredibel dan aman’.

“Pilkada yang kredibel dan aman menjadi harapan kita semua. Pilkada yang kredibel atau bisa dipercaya dan aman dapat terwujud dengan transparansi, kejujuran dan keadilan berdasarkan koridor regulasi, dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi antar para pihak,” jelas pria yang juga aktivis pemuda ini.

“Pilkada yang kredibel dan aman juga akan sangat ditentukan dengan Integritas penyelenggara dan peserta pemilihan yang ditunjukan dengan simbol lingkaran utuh,” pungkasnya.

Penulis : Fiser Wakulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *