Manado, Fajarmanado.com – Deklarasi damai solidaritas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, di lapangan Sparta Tikala Manado, Jumat (26/05/2017) pagi tadi.
Penandatanganan Deklarasi Solidaritas NKRI itu dilakukan dalam Apel Kebangsaan yang dipimpin Wali Kota Manado DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) dan dihadiri Dandim 1309 Manado, Letkol ARM Johanis Toar Pioh, serta presidium Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Manado.
Dalam sambutannya, Wali Kota GSVL mengatakan, deklarasi dilaksannakan untuk mempertahankan keutuhan NKRI yang aman dan nyaman serta bebas dari kepentingan perseorangan maupun kelompok.
Wali Kota mengatakan, belakangan ini ada pihak-pihak yang berusaha merusak hubungan kekeluargaan masyarakat Indonesia dengan menciptakan polemik isu politik dari Ormas intoleran, serta memecah persatuan dan kesatuan Bangsa.
Selain itu, lanjutnya, Apel Deklarasi tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk menyegarkan ingatan dan memperkuat komitmen.
“Kita adalah pewaris kesepakatan para pendahulu dan pendiri bangsa ini, yang pada 72 tahun lalu telah merasakan senasib sepenanggungan dengan kemauan untuk merdeka. Dimana, memutuskan untuk menerima keberagaman, mengesampingkan segala perbedaan dan bersatu dalam sebuah bangsa baru, yakni Bangsa Indonesia. Dan hari ini kita berada ditempat ini untuk menegaskan komitmen kebangsaan tersebut,” ujar Wali Kota GSVL.
Ia menjelaskan, sikap tersebut sangat penting untuk memelihara semangat persatuan, sekaligus semangat keterbukaan bagi keberagaman. Sebagaimana, Indonesia yang didalamnya terdapat beragam etnis, budaya, religi, sebagaimana juga Kota Manado yang mempunyai keberagaman tersebut.
“Justru dengan keberagaman inilah yang seharusnya menginspirasi kita untuk saling mengenal, memahami dan menerima, bekerjasama, bekerja keras dan bekerja cerdas mengolah hidup yang lebih baik. Sebab itu, saya mengajak kita sekalian untuk wujudkan solidaritas itu, mulai dari rumah dan keluarga kita. Dengan prinsip, hidup bae-bae, baku baku tulung dengan baku baku bae,” jelas GSVL.
Ia menegaskan, Kota Manado adalah rumah besar yang didiami seluruh masyarakat dari berbagai suku, agama, serta etnis yang beragam.
“Karena Kota ini adalah rumah kita, marilah kita bangun Manado yang aman, bersih dan rukun. Dari kota ini kita dapat menjadi teladan hidup bagi segenap anak bangsa di seluruh Indonesia, bagaimana mengolah kehidupan dalam keberagaman dan kemajuan dalam kerukunan,” tukas Wali Kota.
Dalam Deklarasi Solidaritas NKRI yang dibacakan Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt Roy EG Lengkong STh, juga menyatakan, dukungan kepada pemerintahan Indonesia di bawah kendali Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Pemerintah Provinsi Sulut.
Selain itu, juga mendukung pemerintahan Kota Manado yang dipimpin Wali Kota GSVL dan Wawali Mor Dominus Bastiaan SE.
Seperti diketahui, sekarang ini ancaman disintegrasi menjadi polemik dengan munculnya kelompok-kelompok radikal yang ingin mengganti dasar negara Pancasila.
Penandatangan Deklarasi dilakukan para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat diantaranya BKSAU, Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Nasional, KNPI serta Karang Taruna.
Selain Wali Kota GSVL, kegiatan itu juga disaksikan Dandim 1309 Manado dan mewakli Kejaksaan Negeri Manado.
Usai deklarasi, acara dilanjutkan dengan jalan bersama menuju lokasi pembangunan Graha Religi eks Kampung Texas, pusat Kota Manado, kemudian Wali Kota GSVL bersama tokoh agama, membuka selubung gambar Gedung Religi yang akan menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Ibukota Propinsi Sulut, bahkan di negara Indonesia ini.
(mon)