Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com — Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Sulawesi Utara (Sulut) Drs. Meki Marthen Onibala, MSi memaparkan tujuh persoalan bangsa masih harus digumuli dan dituntaskan bersama segenap stakeholder dan masyarakat.
Onibala mengungkapkan hal ini di depan peserta Sosialiasi Forum Pembauran Kembangsaan Dalam Rangka Penguatan Nilai Revolusi Mental Provinsi Sulut di Wale Palelon, Kelurahan Uner, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kamis (13/12/2018).
Pada acara yang dipadati peserta itu, Onibala mengatakan, kondisi bangsa saat ini menunjukkan, pertama bahwa kesadaran berbangsa melemah pada pentingnya Pancasila sebagai idiologi pemersatu bangsa.
Ke dua, pendidikan karakter belum optima. Ke tiga, sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA) masih berpengaruh pada sejumlah kalangan.
Ke empat, tindakan kekerasan dan pemaksaan kehendak antarkelompok masih sering terjadi, seperti tawuran antarpelajar dan mahasiswa.
Ke lima, masih sering terjadi konflik horisontal dan vertikal. Dan, terakhir, perilaku korupsi masih terjadi di semua tingkatan birokrasi penyelenggara negara.
Oleh karena itulah, kata dia, semua komponen bangsa perlu memiliki wawasan dalam pembauran kebangsaan dengan mengaplikasikan empat konsensus dasar dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ke empat konsensus dasar itu, yang kita kenal dengan empat pilar kebangsaan, yaitu, Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas mantan Pj Bupati Minahasa Selatan ini.
Onibala mengungkapkan keprihatinannya atas karakter anak-anak sebagai generasi muda bangsa saat ini telah merosot jauh di banding dekade sebelum reformasi.
“Dulu, waktu sekolah, kami sangat menghormati guru-guru. Tapi sekarang, sudah ada anak sekolah yang seenaknya minta rokok pada gurunya,” ujarnya sambil mengisahkan betapa anak-anak menghormati orang tua di masa itu.
Selain itu, menurut dia, banyak warga negara yang tidak memahami Pancasila. Jangankan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tidak lagimenghafal Pancasila.
“Ada, waktu dalam suatu tes, ketika disuru menyebutkan Pancasila tidak tahu. Waktu disuruh, dia menyebut satu Pancasila….,” ketus pamong yang membawa Sulut mendapat penghargaan Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai Provinsi Pembina Ormas Terbaik 2018 di Hotel Redtop Jakarta Pusat pada 6 Oktober silam ini.
Oleh karena itulah, Onibala mengajak peserta untuk memahami dan mengimplementasikan empat konsensus berbangsa dan bernegara.
Acara yang dihadiri peserta dari jajaran pemerintah dan masyarakat 30 desa dan 10 kelurahan di tiga Kecamatan Kawangkoan raya dan dua Kecamatan Tompaso raya itu, turut menampilkan nara sumber, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulut, Fanny Legoh.
Penulis: Herly Umbas