DPP APDESI

Minahasa Masih Tetinggal, Martinus Manengkey Sebut Inilah Solusinya

Martinus R. Manengkey, ST, Caleg Partai NasDem Dapil 3 Minahasa.
Kawangkoan, Fajarmanado.com — Martinus Manengkey, ST menyatakan menaruh perhatian serius terhadap dinamika pembangunan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).

“Saya mengamati, memasuki usia ke 590 pada 5 November mendatang, Minahasa  sangat membutuhkan program-program dan implementasi pembangunan yang nyata, bukan hanya sebatas janji-janji politik,” kata Ronny Manengkey, sapaan akrab politisi NasDem ini kepada Fajarmanado.com, Selasa (16/10/2018)

Calon legislatif (Caleg) nomor urur 6 Partai NasDem untuk Dapil 3 Minahasa ini mendorong pemimpin Kabupaten Minahasa saat ini agar benar-benar merasa tertantang dengan kondisi Minahasa saat ini dengan mewujudkan melalui program-programnya konkret di tanah Toar Lumimuut ini.

“Sebagai kabupaten tertua di Sulut, sangat ironis kalau Minahasa masih tertinggal dari kabupaten kota lain, apalagi dengan daerah hasil pemekarannya, yaitu Kabupaten Mitra, Minsel, Kabupaten Minut dan Kota Tomohon,” kata mantan manajer PLN Rayon Kawangkoan ini.

Sampai sekarang ini, lanjut dia, tak ada orang yang berpikir logis sehingga berani membantah kalau Kabupaten Minahasa telah jauh tertinggal di banding kabupaten kota hasil pemekarannya.

Secara kasat mata, pembangunan daerah yang memiliki 25 kecamatan dengan 227 desa dan 43 kelurahan ini sudah tertinggal jauh dari daerah-daerah pemekaran.

“Walaupun APBD Minahasa sudah menembus angka 1,2 triliun (rupiah) lebih, kenyataannya belum mampu memenuhi tuntutan pemerataan pembangunan yang diharapkan masyarakat. Masih banyak infrastruktur publik yang harus dibangun,” kata pria enerjik ini.

Manengkey menegaskan, masih ada ketimpangan pembangunan di daerah kelahirannya ini. Dengan adanya alokasi dana desa dan dana desa (ADD dan Dandes), pembangunan wilayah di Minahasa terkesan tidak merata. Desa-desa berkembang pesat, sementara di kelurahan-kelurahan semakin tertinggal.

“Yang jadi persoalan sebenarnya sangat simpel. Pemerintah daerah harus lebih menfokuskan anggaran pembangunan di wilayah kelurahan. Ya, di zaman now ini ternyata telah berbanding terbalik dengan zaman old. Desa sudah jauh lebih maju di banding kelurahan, karena pembangunan kelurahan relatif hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah,” paparnya.

Sebagai contoh, Manengkey menunjuk aktivitas pembangunan dan penggalangan dana swadaya masyarakat.

“Saya mengamati, yang ramai melakukan kegiatan pengumpulan dana pembangunan sekarang ini adalah masyarakat di kelurahan, karena di desa bisa dicover dengan ADD dan Dandes,” ujar mantan penjaga gawang PS SBAJR Kawangkoan dan PS Esawaya Kawangkoan ini.

Melihat keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa selama ini, Manengkey bertekad mengawal pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Langowan dan Kabupaten Minahasa Tengah (Minteng), yang berkasnya sudah ada di Kemendagri dan DPR RI.

“Bagi saya, pembentukan Kota Langowan dan Kabupaten Minteng adalah jawaban konkret terjadi pemerataan pembangunan di Tanah Toar Lumimuut ini. Hanya dengan pemekaran, alokasi dana pembangunan di daerah kita sini bisa meningkat pesat,” tandas owner Radio Manguni Voice FM, yang kini hobi olah raga motor adventure ini.

Selain itu, lanjut dia, apabila Kota Langowan dan Kabupaten Minteng terwujud maka akan membuka lapangan kerja yang sangat besar bagi warga Minahasa, baik sebagai PNS maupun di berbagai sektor pembangunan lainnya. “Setahu saya, kebutuhan PNS di satu daerah baru bisa mencapai 2.500 sampai 3.500 orang,” ujar suami Lita Tendean ini.

Lantas, mengapa bergabung dengan Partai NasDem, Manengkey mengyatakan, karena partai besutan Surya Poloh ini fokus pada satu tujuan, yaitu bagaimana meningkatkan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Bahkan, kami Caleg tidak dibebani apa-apa, kecuali diinstruksikan bagaimana mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan sosial,” kilah pria yang bernama lengkap Martinus Reinhard Manengkey, ST ini.

Penulis: Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *