DPP APDESI

Lawan Tanding JWS di Pilkada Minahasa, Masih Wait and See

Lawan Tanding JWS di Pilkada Minahasa, Masih Wait and See
SIAP TARUNG: Pilkada Minahasa nanti digelar Juni 2018. Hingga kini baru ada satu nama yang terang-terangan menyatakan siap tarung, yakni sang petahana Jantje Wowoling Sajow (JWS). Lainnya, masih sebatas wacana dan seakan bersikan wait and see.
Tondano, Fajarmanado.com – Pilkada Minahasa nanti dihelat Juni 2018, namun sederetan nama bakal calon (Balon) Bupati mulai bermunculan dan didorong maju. Kecuali petahana Jantje Wowiling Sajow (JWS), lainnya terkesan belum banyak bereaksi. Bahkan JWS dinilai belum ada lawan sebanding.

Plkada Minahasa 2018 kini menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Baik di dunia nyata maupun dunia maya (media sosial), diskusi seputar pilkada Minahasa terus menjadi trending topic.

Bila dihitung dari waktu pelaksanaannya, maka tenggak waktunya masih sekitar 15 bulan. Hanya saja, belum ada nama lain, selain JWS, yang secara terang-terangan menyatakan siap mencalonkan diri. Ibarat pertandingan tinju, JWS sebagai pemegang sabuk kini menanti lawan tanding.

Nama-nama calon bupati selain JWS, memang terkesan masih wacana, dan bersikap wait and see.

Sejumlah nama memang sudah banyak beredar di masyarakat Minahasa. Sebut saja di antaranya, Ivan Sarundajang, wakil bupati petahana, Hangky Arthur Gerungan (HAG), Robby Dondokambey, Careig N. Runtu, Denny Tombeng, Youla Lariwa, dan sejumlah nama lainnya.

Pengamat sosial politik dari Unsrat, Albert Kussen, mengatakan, calon bupati petahana JWS sampai saat ini masih cukup tangguh. “Karena itu, siapa pun yang akan mencalonkan diri menghadapi petahana, harus benar-benar tokoh populer dan elektabiltasnya tinggi,” katanya.

Ia mengatakan, seandainya JWS mengalami nasib seperti Yabes Gaghana, yang tidak diakomodir PDIP, siapapun pasangan calon dari PDI-P nanti, kemungkinan akan mengalami nasib seperti incumbent di Sangihe.

“Mengenai pasangan JWS sebagai wakil bupati, kalau tidak ada figur di kawasan Tountemboan sekelas Wabup Ivan Sarundajang, sebaiknya paslon ini tetap dipertahankan,” ujar Kusen.

“Kalau Ivan juga hendak maju sebagai bupati, JWS disarankan coba ambil pasangan dengan Sekretaris Kabupaten Jeffry Korengkeng,” tambahnya.

Mengenai calon wakil bupati pasangan JWS, kini tengah beredar informasi, bahwa JWS akan berpasangan dengan Novita Rewah (anggota DPRD Minahasa) yang berasal dari Langowan. Bahkan keduanya sudah intens melakukan pertemuan di Langowan.

Di kalangan masyarakat, nama HAG disebut-sebut bakal menjadi petarung yang bisa mengalahkan JWS. Dalam kaitan dengan kendaraan PDIP pun, disebut-sebut HAG kemungkinan bisa menggeser JWS, meskipun sebagai Ketua PDIP Minahasa.

HAG yang dihubungi Fajarmanado.com lewat telepon, hanya mengatakan belum memikirkan hal itu. Di sisi lain, beredar pula nama istri HAG, Meyta Gerungan Wala. Baik sebagai calon bupati, maupun wakil Bupati.

Sementara itu, nama Robby Dondokambey menjadi kuda hitam. Karena bukan tidak mungkin, nama Robby akan mencuat menjadi calon tetap, mengingat Olly Dondokambey sebagai Ketua PDIP Sulut yang juga Bendahara PDIP Pusat, adalah penentu utama dalam mengusung calon.

Melihat peta politik di DPRD Minahasa, setidaknya ada dua partai yang tidak perlu berkoalisi untuk mengusung calon, yaitu PDIP dan Golkar. Sementara untuk partai lain, seperti Gerindra, Demokrat, atau Nasdem, masih harus berkoalasi untuk mengusung calon.

Kalau melihat dari peta ini, setidaknya akan muncul tiga pasangan calon dari partai politik. Dan bukan tidak mungkin akan ada pasangan calon dari independen.

Dalam hitungan politik, setidaknya dua partai, yaitu PDIP dan Golkar, bila mengusung calon, maka nama-nama calon tidak jauh dari Jantje Wowiling Sajow, Robby Dondoklambey, atau Hangky Gerungan untuk PDIP.

Sementara untuk Golkar, tidak jauh dari Careig N Runtu atau James Kojongian. Untuk Gerindra dan Demokrat, kemungkinan koalisi keduanya, akan memunculkan satu pasangan calon. Dan nama calon tidak jauh dari Denny Tombeng dan Mantojo Rambitan. Kedua pimpinan partai ini sudah intens melakukan pertemuan informal.

Sementara dari Partai Nasdem, belum menentukan sikap, apakah akan bergabung dengan PDIP, ataukah akan berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calon.

Ketua Bappilu Nasdem Minahasa Ronny Wurarah dan Sekretaris Bappilu Veldrie Pirie, partai mereka juga masih wait and see.

“Sudah banyak yang mendekati Nasdem, baik dari partai-partai tertentu, maupun pribadi-pribadi yang akan mencalonkan diri,” jelas keduanya.

(jeffry th. pay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *