Ratahan, Fajarmanado.com – Inilah figur populis dan peduli yang siap menghadang James Sumendap SH, incumbent pada Pilkada 2018 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mendatang.
Sosok yang dijagokan mengganjal Sumendap ini, diam-diam telah banyak membuat gebrakkan di Mitra. Gebrakannya pun dinilai efektif karena sangat mengena kebutuhan dan keinginan masyarakat, bukan sekadar mencari simpati dan popularitas semata.
“Dialah sosok Elly Engelbert Lasut yang dikenal luas di Sulut dengan sebutan E2L,” kata Fitri Tawo, salahsatu tim pemenangan E2L pada Pilkada Mitra 2018 kepada Fajarmanado.com di Ratahan, Kamis (20/04/2017), malam ini.
E2L, adalah figur pemimpin yang dikenal peduli. Mantan Bupati Kepulauan Talaud ini sangat mengetahui dinamika kebutuhan masyarakat. Bahkan, ketika suami mantan Bupati Mitra Telly Tjanggulung (T2) ini disolimi dan mendekam di penjara, ternyata masih mampu bersaing dan meraup dukungan suara signifikan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut 2010 lalu.
Raihan suara E2L pada Pilgub yang digelar awal Agustus 2010 itu, memang cukup spektakuler karena tak terpaut jauh dengan incumbent Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Berpasangan dengan Henny Wulur, E2L mampu menempati posisi 3 dari 4 pasangan calon dengan 273.198 suara atau 22,14 persen dari total 1.222.981 suara sah.
Popularitas E2L juga masih sangat diperhitungkan ketika pria yang berlatarbelakang dokter ini digadang bertarung pada Pilgub 2015 berpasangan dengan David Bobihoe Akib. E2L pun berusaha diganjal lawan politik dengan memanfaatkan statusnya, yang ketika itu masih berstatus bebas bersyarat.
Menghadapi Pilkada 2018 mendatang, diam-diam E2L telah melakukan berbagai gebrakan membantu masyarakat Mitra dengan dana pribadi dan pendukungnya, mulai dari bedah rumah sampai program lain yang menyasar sendi-sendi kebutuhan hidup masyarakat setempat.
“Teknik pendekatan kami kepada masyarakat adalah dilakukan secara struktural sesuai kebutuhan masyarakat dengan pendekatan secara moderen,” ujar E2L. Namun pria simpati berusia 47 tahun yang dihubungi tadi ini, bersikeras menolak membeberkan strategi yang diterapkan bersama tim pemenangannya.
Sebagaimana E2L, Fitro Tawo juga menolak mengungkapkan strategi pendekatan modern dimaksud. Ia hanya menyebutkan bahwa pendekatan itu ternyata terbukti manjur karena bukan janji semata yang disampaikan tapi bukti konkret.
“Indikatornya bisa kita lihat pada dukungan masyarakat. Saat ini sudah ada 6 ribu KTP yang masuk dan diserahkan kepada tim pemenang E2L untuk Mitra lebih baik,” ujarnya.
Dukungan ini, lanjut dia, belum termasuk respon positif dan dukungan pemilih pemula bagi E2L maju sebagai calon Bupati Mitra 2018-2023. “Ketika bapak mencalonkan diri sebagai gubernur pada 2010 lalu, sudah banyak yang bapak bantu dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak sekolah mulai, termasuk sekolah dasar.
“Kebanyakan dari mereka sudah berhak memilih sekarang ini. Beasiswa mereka pasti tidak terhenti kalau bapak terpilih jadi gubernur pada 7 tahun lalu,” ujar Tawo, yang membantah kalau KTP yang diserahkan kepada tim pemenang, ditahan sebagai bukti dukungan.
Sosok E2L, katanya, dikenal sangat peduli kepada masyarakat mulai anak-anak sampai Lansia. “Sedangkan menggunakan uang pribadi beliau sudah menunjukkan kepeduliannya, apalagi kalau tinggal menganggarkannya dalam APBD. Pasti kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan semakin diprioritaskan,” papar Tawo optimistis.
(*ely)