Fajarmanado.com, Tondano —
Menyusul berbagai isu miring agar tak diusung Partai Gerindra maju Pilkada Minahasa 2024, Susi Fiane Sigar (SFS) justeru makin dicintai dan diidolakan rakyat Minahasa.
SFS, inisial Susi Fiane Sigar, belakangan santer dituding tidak mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Pemilu 14 Februari lalu di Kabupaten Minahasa.
Isu menyesatkan yang sempat ramai di media sosial, termasuk di WhatsApp Grup (WAG) itu, dinilai sengaja dihembuskan lawan politik supaya SFS tidak direstui DPP Partai Gerindra untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) Minahasa.
“Kami sudah melihat langsung bagaimana kontribusi Ibu Susi Fiane Sigar dan Suaminya, Fanny Wullur dalam mendukung dan memenangkan Prabowo dan Gibran di Minahasa,” kata Sekretaris DPD Relawan AJB for Prabowo-Gibran Sulut Rocky Mende kepada wartawan, Rabu (05/06/2024).
Rocky mengaku salahsatu saksi hidup bagaimana perjuangan SFS bersama suaminya, ikut berjuang bersama Relawan AJB For Prabowo-Gibran di daerah Nyiur Melambai ini.
“Ibu Susi Fiane Sigar dan suaminya bapak Fanny Wullur sangat membantu kami dalam memenangkan Prabowo dan Gibran, terutama di Minahasa,” tandasnya.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa SFS dan suaminya bahkan menyediakan kurang lebih 5 ribu kaos, stiker dan kalender.
“Mereka juga membantu kami Relawan AJB for Prabowo-Gibran dalam menyalurkan alat peraga kampanye di Minahasa,” jelasnya.
Sementara, SFS tak emosi namun sangat bijaksana menanggapi isu miring yang menerpa dirinya.
Ketika dimintai tanggapan, Keke Minahasa ini menyatakan, isu tersebut sengaja dibuat oleh pihak yang tidak ingin melihat kemajuan di Minahasa.
“Isu-isu yang tidak benar itu sudah saya klarifikasi. Saya tidak pernah jadi Jurkam (juru kampanye). Dan saya tidak pernah naik di panggung untuk berkampanye,” ujarnya.
“Jadi, jika ada yang bilang saya berkampanye untuk calon Presiden lain dan tidak mendukung Prabowo di 2019, itu sangat tidak benar,” tegasnya.
Menurutnya, isu-isu miring dalam politik adalah hal yang biasa dan lumrah.
“Biasalah isu-isu dalam politik tentu hal yang lumrah dan saya yakin masyarakat Minahasa sudah bisa menyeleksi berita yang benar dan tidak,” tuturnya.
“Rakyat sudah tidak mudah dibodohi, apalagi sekarang beredar berita yang sengaja dihembuskan bahwa Susi Sigar tidak direstui DPP Gerindra,” sambung wanita berparas cantik itu.
Meski menyesakkan, lanjut SFS, isu miring seperti itu biasa saja di alam demokrasi seperti sekarang ini.
“Biarlah nanti masyarakat yang menilai. Yang pasti saat ini saya sedang fokus turun ke masyarakat melaksanakan sosialisasi dan menghadiri beberapa undangan dan kegiatan karena itu lebih penting daripada menanggapi isu-isu yang tidak benar,” ujar SFS dengan bijaksana.
SFS terpantau rutin menghadiri berbagai acara yang digelar masyarakat. Undangan terus berdatangan, tak lain untuk mengenal lebih dekat bakal calon Bupati Minahasa.
“Waduh banyak sekali. Ibu Susi terpaksa mewakilkan undangan yang agak terlambat tiba karena ada saja yang waktunya bertabrakan dengan undangan sebelumnya,” ujar orang dekat SFS.
Hal ini membuktikan SFS semakin dicintai dan diidolakan masyarakat Minahasa.
Selain SFS, Dewi Sigar juga membantah isu miring tersebut. Dewi Sigar mengatakan, Susi Sigar dan Suaminya Fanny Wullur telah turut berjuang memenangkan Prabowo.
“Isu yang mengatakan Susi Sigar tidak mendukung Prabowo dan berkampanye untuk calon lain itu keliru dan sangat tidak benar. Isu itu sengaja dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab karena saat ini ibu Susi Sigar sangat tinggi rating dan populer dalam berbagai survey,” tegasnya.
“Apakah hanya yang tampil di panggung yang disebut mendukung? Sementara mereka yang tidak tampil berkampanye dan berfoto-foto di atas panggung lantas disebut tidak mendukung?,” lanjutnya sambil bertanya.
[marhaen]