Kawangkoan, FajarManado.News — Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) ternyata menaruh perhatian pula terhadap keluarga korban kebakaran rumah di Kawangkoan, 5 Februari 2026 lalu.
Menyusul Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay (YSK–Victory), maka Selasa siang, 10 Februari 2026, Bupati Robby Dondokambey, SSi dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS atau RD–VaSung juga membuktikan kepedulian sosial mereka.
Seperti halnya YSK–Victory, duet RD–VaSung memberikan pula paket sembako kepada dua keluarga yang berdomisili di rumah naas, yang terbakar itu, di Lingkungan 3, Kelurahan Sendangan Selatan tersebut.
RD–VaSung menugaskan Kadis Sosial dr Maya Rambitan, MKes yang mengutus empat orang stafnya menyerahkan langsung paket sembako kepada korban, Keluarga Laloan–Umbas.
Penyerahkan yang dilakukan bersama oleh Feibe Pesoth, Ria Sumenge, Ansye Palit, Deisy Sumolang dan Audy Lontoh itu, turut disaksikan Lurah Sendangan Selatan Lenda Kapero SIP, Sekluh Emon Umbas, SIP, Kepala Lingkungan 3 Allen Tumewu dan Ketua LPMK Herly MU.
“Aduh.. tu hari Sabtu lalu so dapa dari provinsi (Sulut), masih le ada kote dari kabupaten (Minahasa,” celetuk kepala keluarga korban, Denny Laloan.
“Terima kasih banyak. Titip salam, sampaikan kepada Bapak Bupati Robby Dondokambey dan Ibu Wakil Bupati Vanda Sarundajang,” sambung. “Makase banyak,” sambung Syane Umbas, isterinya.
Saat penyerahan, aneka perabotan rumah, mulai dari meja, kursi, lemari sampai foto-foto keluarga tampak masih dibiarkan di garasi, samping kiri rumah yang terbakar.
Sementara, rangka atap yang hangus terbakar terpantau telah diganti. Begitu pun atap sengnya, sudah terpasang.
Namun sebagian besar plafon dari gypsum, mulai dari ruang tamu, kamar hingga dapur, yang berfungsi juga sebagai ruang makan ini, telah dikelupas. Yang tersisa tinggal rangka kayunya saja.
“Puji Tuhan, besoknya masyarakat dan jemaat gereja kami, kerja bakti satu hari penuh dan berhasil mengganti rangka dan atap rumah,” ujar Syane, Penatua di KGPM Sidang Pniel Kawangkoan.
Musibah kebakaran rumah itu sendiri terjadi siang bolong pada Kamis, 5 Februari lalu.
Dengan bantuan dua dari empat unit mobil damkar Pemkab Minahasa, api berhasil dipadamkan sekira 43 menit kemudian.
Awalnya, upaya pemadaman dilakukan masyarakat dengan alat seadanya, kemudian mobil penjual air bersih.
Berbekal satu tandon, dengan menggunakan genset, api berhasil dihalau penyebarannya. Api benar-benar padam dengan dua mobil damkar.
Kadis Sosial Minahasa, dr Maya Rambitan, MKes berharap agar bansos tersebut dapat bermanfaat dan meringankan beban keluarga.
“Jangan lihat dari nilai rupiah dari bantuan itu, tapi kepedulian Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati terhadap nasib yang dialami warganya,” ujarnya.
Ini adalah bukti, pemerintah hadir dan merasakan apa yang dialami masyarakatnya,” sambung Dokter Maya, sapaan familiar mantan Kadis Kesehatan Minahasa itu.
[heru]