FajarManado.News, Manado — Ini kabar baik bagi warga miskin dan rentan miskin di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) kembali menunjukan fakta pedulinya. Kali ini melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Program Bedah Rumah 2026.
Seiring dengan program prioritas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memperluas jumlah rumah yang akan dibedah, Gubernur YSK berhasil melobi penambahan jatah program BSPS untuk masyarakat Sulut pada tahun 2026 ini.
Yang mencengangkan, kuota Nyiur Melambai di tahun ke dua pemerintahan Gubernur YSK pada 2026 ini naik super signifikan, yakni sebanyak 7.450 unit rumah.
Jika tahun 2025 hanya 748 unit menjadi 8.198 unit rumah pada tahun ini.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Dr Sri Haryati di Manado, Rabu, 8 April 2026.
Didampingi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan RI Hashim Djojohadikusumo, Sri Haryati mengungkapkan bahwa target ini sudah sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta.
“Jadi, tahun ini Sulut nanti ketiban rejeki (akan) ada 8.198 unit rumah dibedah menjadi bagus, Tahun sebelumnya hanya 784 unit saja, jadi ada kenaikan ratusan kali lipat,” katanya pada Acara Peluncuran BSPS 2026 di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, sore itu.
Penambahan dan perluasan jangkauan program BSPS ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memitigasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hunian yang layak.
Hadir pada acara peluncuran BSPS 2026 tersebut, Gubernur Yulius Selvanus dan sejumlah kepala daerah kabupaten kota di Sulut.
Diantaranya, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, Bupati Minahasa Utara Dr Joune Ganda, Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS.
Respon Masyarakat
Sementara itu, masyarakat pemilik rumah tidak layak huni, merespon positif penambahan kouta program BSPS 2026 di provinsi di utara jazirah Pulau Sulawesi ini.
“Berarti ada peluang jo torang pe rumah mo bedah tahun ini, kang,” komentar salahsatu janda dengan dialeg Manado, yang mengaku telah memenuhi syarat administrasi sejak tahun 2025 lalu.
Pantauan FajarManado.News, sekira medio 2025 lalu, sejumlah pihak menawarkan masyarakat pemilik rumah tidak layak huni untuk dimasukkan dalam program bedah rumah.
Mereka dihubungi oleh oknum-oknum yang mengaku suruhan salahsatu Anggota DPR RI Dapil Sulut. “Katanya melalui jalur aspirasi anggota, bukan pemerintah. Jadi bagaimana dengan nasib (usulan) kami,” kata Denny Manorek sambil bertanya.
Namun sampai saat ini, kata mereka senada, tindaklanjut dari usulan melalui jalur aspirasi anggota dewan tersebut belum pernah ada.
Sementara data calon penerima program BSPS 2026 yang diusulkan pemerintan desa dan kelurahan, telah dikonfirmasi untuk diverifikasi kelayakannya.
[heru/aleg]