FajarManado.News, Kawangkoan — Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus menunjukkan kepedulian terhadap UMKM, terutama usaha mikro kecil.
Kepedulian instansi pemerintah daerah (Pemda) Sulut, yang kini dipimpin Kepala Dinas Izak RP Rey, SE, MSi itu, kembali dikonretkan untuk mendukung aktivitas kuliner Kawangkoan Ba Ombong yang dikelola Badan Usaha Desa Bersama (Bumdesma) “Esa Waya” Kawangkoan.
“Atas restu Pak Kadis, silahkan gunakan pelataran terminal (Kawangkoan) ini sebagai bagian dari tempat usaha kuliner,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Prasarana Perhubungan, Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Sulut, Yeriyanto Mesdila ST, Selasa, 31 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Yeriyanto ketika berdialo dengan Direktur Bumdesma “Esa Waya” Kawangkoan, Drs Eddy F Ruata di Terminal Tipe B Kawangkoan, siang itu.
Dalam perbincangan tersebut, terkuak bahwa minat pengusaha mikro kecil menggunakan fasilitas Kawangkoan Ba Ombong semakin membludak dari waktu ke waktu.
“Aktivitas kuliner di sini semula dibuka pertengahan Desember (2025) lalu sebagai bagian dari Kawangkoan Chrismas Festival atau KCF,” jelas Ruata.
Sekalipun sudah ditutup, tapi minat pengusaha kuliner tidak bisa dibendung sehingga masih banyak yang membuka booth di Jalan 17 Agustus Kawangkoan, yang membentang di antara kantor camat dan terminal pada bulan Januari lalu.
“Karena itu, atas koordinasi dengan Pak Camat dan Ibu Wakil Bupati, agar terkoordinasi dan tertata dengan rapi, maka diserahkan kepada Bumdesma untuk mengelola dengan dukungan izin keramaian dari pihak kepolisian,” tutur Ruata.
“Kami tidak sangka, Pak. Ternyata minat pengusaha kuliner terus bertambah dari waktu ke waktu. Jalan yang disiapkan tidak lagi mampu menampung, makanya kami minta izin untuk memanfaafkan pelataran terminal,” sambung pensiunan ASN yang terakhir menjabat Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Minahasa itu.
Ruata mengatakan bahwa penggunaan pelataran terminal untuk kegiatan Kawangkoan Ba Ombong tidak akan mengganggu aktivitas naik turun penumpang di terminal Kawangkoan, yang biasanya hanya berlangsung pagi sampai sore.
“Kami buka mulai setiap jam 5 sore, tutup jam 11 malam. Besoknya pasti tidak ada lagi tenda jualan dalam terminal, seperti di jalan lokasi utama Kawangkoan Ba Ombong selama ini,” katanya.
Tak hanya booth tempat jualan, lanjutnya, sampah langsung ikut dibersihkan pula sebelum para pengusaha kuliner pulang.
“Kami juga sudah bekerjasama dengan Dinas Kebersihan untuk mengangkut sampah di tempat penampungan sementara,” tambah Ruata.
Merespon penjelasan tersebut, Yeriyanto menyatakan apresiasi. “Ya, yang penting keamanan dan kebersihan terjaga, kami dari Dinas Perhubungan suppor,” katanya.
Tak hanya penggunaan pelataran, Yeriyanto menyampaikan bahwa pihaknya mempersilahkan Bumdesma menggunakan juga prasarana terminal, seperti toilet.
“Kalau Bumdesma butuh kantor operasional khusus Kawangkoan Ba Ombong, bisa juga gunakan lantai dua kantor ini,” ujarnya.
Yeriyanto menambahkan bahwa pihaknya senantiasa memfasilitasi usaha mikro kecil di terminal-terminal.
“Asalkan ikut petunjuk, tidak mengganggu aktivitas angkutan di dalam terminal serta senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan bersama,” tandasnya.
[heru]