Kawangkoan, FajarManado.News — Api “mengamuk” di siang bolong di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis, 5 Februari 2026.
Sebuah rumah permanen di Lingkungan 3, Kelurahan Sendangan Selatan dilalap “si jago merah” sekira Pukul 13.00 Wita. Kerugian ditaksir lebih dari Rp100 juta.
Untung saja, amukan api berhasil dipadampak Dinas Pemadam Kebakaran Minahasa sekitar 43 menit kemudian.
Dipimpin langsung Kepala Dinas (Kadis) Melky Rumate, empat unit mobil damkar dikerahkan. Pertama kali tiba, mobil damkar yang mangkal di Kecamatan Langowan, lalu beriringan muncul tiga mobil sejenis dari Kota Tondano.
Keterangan yang dihimpun FajarManado.News di tempat kejadian perkara (TPK), api pertama kali muncul di atas plafon sudut dapur disertai percikan.
“Saya baru pulang dari kobong tadi. Tapi ada yang aneh karena banyak asap yang muncul bagian dapur dan terdengar ada bunyi seperti hujan yang jatuh di atas seng. Padahal, lagi panas terik,” ujar Denny Laloan, pemilik rumah naas itu.
Di saat yang sama, isterinya, Syane Umbas, sedang berada di bagian dapur lain, di sisi rumah permanen itu.
“Waktu saya buka pintu gudang, ternyata asap sudah pekat. Terlihat api di bagian sudut atas, antara dapur dan gudang,” kisahnya.
Menyadari terjadi kebakaran, Denny langsung bergegas mematikan panel meter listrik, kemudian melapor ke PLN ULP Kawangkoan dengan mengendarai sepeda motor.
Setiba kembali di rumah, masyarakat sudah gotong royong mengeluarkan perabotan, kasur, gorden sampai foto-foto yang terpajang di diding dalam rumah.
Lainnya berinisiatif menjebol dan naik ke atas plafon dan menyiram api secara manual dengan memanfaatkan air sumur bor yang tertampung dalam toren.
Sementara itu, beberapa orang di antaranya berusaha menghubungi call centre Damkar. Tapi, umumnya mengaku belum terhubung.
Diliputi kekalutan, Denny bertolak ke Kantor Camat Kawangkoan, tempat di mana satu unit mobil damkar mangkal namun tidak berada di tempat.
Namun setibanya kembali di TKP, oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kawangkoan, Rosye Mamesah, ia mendapat kabar jika mobil damkar sudah dalam perjalanan dari Langowan.
Sementara itu, satu unit mobil penjual air bersih, dengan toren berkapasitas 2.200 meter kubik, telah tiba dan sedang melakukan pemadamab di atas atap rumah, di mana sengnya sudah dijebol dari dalam.
Sesaat kemudian, mobil damkar dari Langowan tiba, lalu memadamkan api dari dalam ruang tamu hingga ke dapur. Ada juga yang naik ke atas plafon bermaterialkan gypsum sampai air dalam tanki habis.
Pada saat yang sama, tiga mobil damkar dari Tondano tiba. Dipimpin Kadis Drs Melky Rumate, melanjutkan pemadaman hingga tuntas pada sekitar pukul 14.30 Wita.
Musibah kebakaran itu diduga kuat akibat korsleting listrik. Api kemudian menjalar dan merayap ke bagian atas melalui rangka atap dari kayu.
Kerugian Material
Soal kerugian material, Denny mengaku belum bisa memastikan. Namun ia tidak menampik kalau bisa ditaksir di atas Rp100 juta karena plafon rumah terbuat dari gypsum.
“Berapa pastinya, nanti saya minta orang yang ahli menghitungnya,” kilah pengusaha cengkih itu.
Musibah kebakaran tersebut tak hanya menyedot perhatian warga Kawangkoan dan Kawangkoan Utara, tapi juga Camat Kawangkoan, Stenly David Umboh, STTP, MAP bersama para stafnya yang datang langsung di TKP.
[heru]