Manado, Fajarmanado.com – Pukul 10.00 Wita, satu persatu tamu undangan pada Selasa (13/12) kemarin mulai memenuhi aula Politeknik Negeri Manado. Yah, saat itu akan dilangsungkan kegiatan akademis, yakni penganugerahan Guru Besar kepada Dr. Bet El Silisna Lagarense, MM.Tour.
Capaian luar biasa yang diraih sekaligus dengan dua torehan tinta emas mengiringi sejarah baru Politeknik Negeri Manado.
Pasalnya, ini kali pertama pengukuhan Guru Besar (GB) dilaksanakan di Politeknik, bukan hanya di Sulut bahkan di Indonesia.
Pengukuhan Guru Besar Bidang Pariwisata pertama di Indonesia dan Guru Besar pertama untuk Politeknik di Indonesia di kukuhkan di kampus Politeknik Negeri Manado.
Torehan emas dipertegas Direktur Politeknik Negeri Manado Ir. Ever Notje Slat, MT dan Anggota DPD-RI dapil Sulut Marhany Pua kala di daulat memberikan sambutan.
Ever Notje Slat secara lugas menyatakan keharuan juga kebanggaannya dengan apa yan dicapai oleh Bet.
‘’Anugerah ini membuktikan, Profesor Bet menaklukan mitos, jika para Doktor di Politeknik dapat anugerah guru besar. Jelas ini sebuah capaian yang sangat membanggakan. Torehan emas ini menjadi motivasi buat kita agar dapat maju lagi ke depan. Jadi pemicu buat yang bergelar doktor’’ papar Slat disambut aplaus undangan.
Marhany Pua, anggota DPD RI dapil Sulut yang juga mantan Direktur Politeknik Negeri Manado ini pada kesempatan sambutan selanjutnya memberikan pujian dan sanjungan. Bahkan, demi menghargai forum ini, mantan Ia mengaku rela menunda keberangkatannya ke Jakarta dari jadwal penerbangan pagi ke sore hari.
‘’Ibu Bet mencatat sejarah, ini prestasi akademis, tak mudah mencapai Guru Besar, luar biasa Dr Bet dapat mencapainya. Pasti ada banyak tantangan dan masalah, namun bagaimana kita menjadikan masalah itu sebagai batu loncatan untuk melompat lebih tinggi lagi’’ sambut Pua.
Pada momen penganugerahan ini, sang Profesor juga menyampaikan orasi ilmiah berjudul Model Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dengan Pendekatan Pentahelix Berbasis Digital.
Tak hanya orasi ilmiah, di akhir acara Profesor meluncurkan buku TOURISM & WATERFRONT DEVELOPMENT, dan buku Biografi ; Melintasi Tantangan Meraih Anugerah yang ditulis seorang jurnalis senior Sulawesi Utara Reymoond ‘Kex’ Mudami.
Hari itu adalah hari yang sangat bersejarah dalam kehidupan Profesor Bet. Waktu berpihak, hari itu juga separuh abad kehadirannya di dunia, Ia genap berusia 50 tahun. Usia bertambah dibarengi dengan mahakarya emas.
‘’Semua saya dedikasikan untuk Tuhan Yesus, juga untuk keluarga saya, unsur pimpinan dan rekan sejawat di Politeknik Negeri Manado, bahkan semua para pihak yang memungkinkan capaian ini dapat saya raih. Kiranya ke depan kita dapat terus bersinergi menghasilkan karya yang berguna buat mahasiswa buat masyarakat pada umumnya’’ kata Profesor Bet.
Decak kagum ratusan undangan yang memenuhi aula iringi capaian dosen yang belakangan aktif diundang oleh sejumlah kampus Politeknik di Indonesia untuk berbagi pengalaman berkaitan dengan capaian merengkuh guru besar.
‘’Saya mengenal Dr Bet, sebagai seorang yang selalu aktif, ulet dan kreatif, banyak selamat, kiranya makin menginspirasi banyak orang’’ tukas Ibu Rita Rumokoi di sela penganugerahan.
(Fred)