Manado, Fajarmanado.com – Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado, sesuai jadwal taggal 18 Mei 2017 akan menggelar wisuda bagi ratusan mahasiswa angkatan 2011 dan angkatan lainnya. Heboh, untuk mengikuti wisuda sejumlah staf dosen diduga menerima uang pelicin dari mahasiswa. Hanya saja, uang tersebut diberikan melalui Ketua Garda Tipikor Sulut RS alias Ris.
‘’Ya benar, untuk memuluskan kalau ingin diwisuda oleh Rektor Unsrat Manado harus menyetor sejumlah uang ke sejumlah staf dosen. Tapi, uangnya diberikan melalui Ketua Garda Tipikor Sulut RS. Parahnya, uang yang diterima Ketua Garda Tipikor Sulut RS berjumlah Rp 30 juta. Hanya saja, uang diatas dibagi masing-masing Rp 9 juta (1) dan Rp 14 juta (2). Dan sisanya Rp 16 juta berada ditangan oknum mahasiswa jurusan Keperawatan dengan inisial WS alias Ar,’’ujar Koresy Pangemanan orang dekat mahasiswi diatas.
Pangemanan menjelaskan, bahwa pihak Rektorat Unsrat Manado diminta menyelidiki permainan uang dalam rangka wisudawan tanggal 18 Mei mendatang. Sebab, bukan tidak mungkin, kasus diatas hanya terjadi pada oknum mahasiswi WS alias Ar, warga Ternate-Maluku Utara itu.
‘’Jujur, tidak ada masalah apa-apa antara saya dengan dia (oknum WS alias Ar). Tetapi, ingin dijelaskan bahwa kasus permainan uang di Unsrat Manado sudah sangat marak. Olehnya, Pangemanan minta pihak Rektorat Unsrat Manado dapat menyelidiki kasus diatas,’’ungkap Pangemanan yang juga warga Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang-Minsel ini.
Ketua Garda Tipikor Sulut Risat Sanger saat dihubungi melalui 085256348xxx tidak aktif. Sama halnya dengan oknum mahasiswi Warny Suwardi saat dihubungi melalui 082187865xxx terdengar aktif tapi tak mau diangkat.
(tim/ape)