Kawangkoan, FajarManado.News — Keberadaan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Minahasa pos Kawangkoan, kini dipertanyakan masyarakat.
Pasalnya, mobil nopol DB 9651 B itu tak terlihat lagi parkir di garasi khusus yang berada di halaman Kantor Camat Kawangkoan dalam beberapa bulan terakhir setelah mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik di tikungan Desa Tempang Dua, Kecamatan Langowan Utara pada Kamis, 20 November 2025.
Dikonfirmasi FajarManado.News, Kepala Dinas (Kadis) Damkar Minahasa, Drs Melky Luvy Rumate, MSi tak menafikan jika mobil itu kini sedang terparkir di bengkel.
“Masih ta dudu di bengkel,” katanya.
Apakah belum selesai diperbaiki? “Belum karena masih menunggu anggaran,” jawabnya seusai memimpin langsung pemadaman api rumah terbakar di Kelurahan Sendangan Selatan, Kecamatan Kawangkoan, Jumat siang, 6 Februari 2026.
Ia mengakui bahwa mobil itu sendiri mengalami kecelakaan tunggal di tikungan tajam Desa Tempang Dua pada November 2025 lalu.
Nahas itu terjadi ketika Mobil hendak menuju Kecamatan Kakas untuk memadamkan kebakaran rumah penduduk. “Mesinnya masih bagus, hanya bodi yang rusak parah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Minahasa) kini memiliki lima unit mobil damkar, selain bantuan dari pemerintah DKI.
Menurut Melky, empat unit disebar ke pos Tanahwangko, Tombariri, Tombulu, Langowan dan Tondano. “Kalau bantuan DKI mangkal di Kantor Bupati,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, mobil damkar pos Tanahwangko dan Tombulu untuk sementara waktu ditarik dan diperbantukan di Tondano.
Lantas, bagaimana jika terjadi kebakaran di dua wilayah dan sekitar Tombariri dan Tombulu, Melky mengungkapkan selalu dibantu, bahkan lebih dulu ditangani Damkar Kota Manado dan Kota Tomohon.
“Ya begitu juga kita. Ikut membantu kalau ada kebakaran dan butuh tambahan armada damkar di Manado dan Tomohon,” jelasnya.
Soal unit mobil damkar pos Kawangkoan, mantan Camat Kawangkoan itu berharap masyarakat Kawangkoan raya dan sekitarnya untuk bersabar karena perbaikan kerusakannya dipastikan dalam waktu dekat.
“Kan ada (mobil damkar) yang pos tetap di Langowan, belasan menit sudah bisa sampai di sini. Asalkan cepat dilaporkan melalui call centre,” kilahnya.
Di Sonder, lanjut dia, sering juga dibantu mobil damkar dari Tomohon.
“Kita berharap tidak ada lagi peristiwa kebakaran. Untuk itu saya menyarankan masyarakat untuk sering mungkin, misalnya, mencek kompor apabila hendak meninggalkan rumah dan melapor ke PLN jika ada yang mencurigakan dari jaringan listrik,” pinta Melky Rumate, yang juga eks Kaban BKD dan Kadis Dukcapil Minahasa ini.
Tak kalah penting, ia menyarankan agar masyarakat menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah masing-masing. “Ini supaya bisa melakukan pencegahan kebakaran secara dini,” tandasnya.
[heru]