DPP APDESI

Salurkan Bapok, Tounelet Satu Ikut Bagikan 378 Ekor Ayam

Kumtua Betfien J Tenda (duduk pakai kaus merah) mengawasi pengangkutan sebagian dari 378 paket Bapok untuk disalurkan kepada semua keluarga di Desa Tounelet Satu, Sabtu (18/4/2020) siang.
Sonder, Fajarmanado.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Tounelet dan Tounelet Satu, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa menyalurkan bantuan sosial bahan makanan pokok (Bansos Bapok) kepada semua keluarga, Sabtu (18/4/2020).

“Paket bansos bapok dalam rangka virus corona atau Covid 19 yang sementara kami salurkan ini, juga termasuk satu ekor ayam daging yang masih hidup,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Tounelet Satu, Betfien J Tenda kepada Fajarmanado.com, siang tadi.

Mengapa ayam hidup, bukan daging, Kumtua Betfin beralasan agar tidak mendesak dikonsumsi masyarakat. Apalagi tidak semua keluarga di desanya memiliki kulkas.

Selain satu ekor ayam daging, Kumtua Betfin Tenda menjelaskan, paket bapok yang disalurkan melalui empat pemerintahan jaga tersebut, berupa 5 kilogram beras, 20 bungkus mie instant, 1 liter minyak goreng dan 30 butir atau satu baki telur ayam.

“Semua keluarga mendapat bantuan, termasuk para Hambah Tuhan. Semua berjumlah 378 paket,” paparnya di sela kesibukan mengawasi penyaluran melalui empat pemerintah jaga di rumahnya.

Bersamaan, Desa Tounelet menyalurkan pula bansos bapok untuk membantu meringankan beban ekonomi warganya di masa pandemi Covid 19.

Kumtua Mefry Mandagi menyerahkan paket Bapok kepada dua ibu yang berinisiatif menjemput jatah mereka di kediamannya, Sabtu (18/4/2020) pagi.

Mekanisme pembagian juga dilakukan melalui pemerintah jaga, sebutan khas dusun di Minahasa ini. “Semua 375 keluarga mendapat jatah yang sama, tidak ada terkecuali,” ungkap Kumtua Tounelet, Mefry Mandagi, terpisah.

Ratusan paket terpantau siap salur di teras samping rumahnya. Yakni, berupa beras 5 kilogram, telur ayam 1 baki, gula putih 2 kilogram, minyak goreng 1 liter dan 20 bungkus mie instant.

“Semua keluarga kami berikan bansos bapok dari desa,” kata Kumtua Mefry Mandagi.

Baik Kumtua Betfien Tenda maupun Kumtua Mefry Mandagi senada menilai bahwa pembatasan sosial akibat wabah virus corona berdampak melesunya ekonomi, termasuk pendapatan warga desa.

“Tak ada yang bisa menyangkal kalau pandemi Covid 19 dengan pembatasan sosial memukul perekonomian masyarakat sehingga wajar kalau mendapat bantuan sosial,” kata Kumtua Mefry Mandagi.

Penulis: Herly Umbas