DPP APDESI

Robot Menang Dramatis Di Desa Buku

Belang, Fajarmanado.com –Pesta Demokrasi yakni Pemilihan Hukum Tua secara serentak dikabupaten Minahasa Tenggara sudah selesai dihelat.

Dari Pantauan media ini di kecamatan Belang selasa (24/9/2019) kemarin, ada sebanyak 15 Desa Mengelar pemilihan Hukum Tua, dari 15 desa yang mengelar pemilihan Hukum Tua ini ada satu desa yang menjadi perhatian publik yakni desa Buku.

Desa Buku memiliki empat calon hukum yang bertarung dalam memperebutkan orang nomor satu didesa.

Nurhaliza Kountur Robot sebagai calon Hukum Tua nomor urut satu di Desa Buku Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) keluar sebagai pemenang di desa buku.

Eka Sapaan Akrapnya berhasil memperoleh 240 suara, melawan rifalnya Ryan Mamentu dengan perolehan suara 235. Selisih 5 suara tersebut, sontak membuat para pendukung Eka sendiri langsung teriak Histeris dan ada sebagian warga masyarakat yang sampai meneteskan air mata kegembiraan.

Pasalnya, awal perhitingan suara, kedua calon tersebut saling mendahului. Setelah surat suara dibacakan petugas sudah melewati setengah dari angka pemilih yang berjumlah 616, pendukung dari Nurhaliza yang biasa di panggil eka ini sontak warga lari memeluk calon Petahana tersebut.

“Ia Allah…ini butul-butul beking tegang (ini benar-benar menegangkan), rasa-rasa kita pe jantong mo ciri (rasa-rasanya saya punya jantung mau jatuh),”ujar salah satu pendukung Nurhaliza.

Di sela-sela kegembiraan dari Hukum Tua terpilih desa Buku Nurhaliza Robot mengatakan, Alhamdulilah selama kurang lebih satu bulan lebih tahapan demi tahapan dilewati. Akhirnya saat ini kami memperoleh suara terbanyak, atas pencapaian ini kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat, keluarga terutama suami Artly Kountur.

“Terima kasih yang pertama kepada Allah Subhannallah Wa’taalah, atas RidhoNya saya dipercayakan kembali memimpin warga masyarakat desa Buku. Saya terus berkomitmen bekerja demi kemajuan masyarakat desa Buku,”ungkapnya.

Disisi lain, suami tercinta dari Nurhaliza Robot Artly Kountur yang merupakan salah satu anggota DPRD Mitra mengatakan, momen yang luar biasa ini, pendukung tidak dilarang meluapkan evoria mereka, namun diharapkan tetap dalam koridor aturan yang ada.

“Saya tidak melarang pendukung meluapkan kegembiraan mereka, namun saya berharap tetap menjaga sikap dan perkataan. Jangan ada kata yang saling menyinggung, apalagi terhadap para pendukung lawan. Saat seperti ini adalah momen bagi kita berekonsiliasi dengan lainnya, untuk bersama membangun desa yang kita cintai ini,” tandasnya.

Lebih lanjut Mantan Hukum Tua ini juga menambahkan kepada semua pendukung dari eka untuk tetap tenang.

“Pendukung dari Eka 70 persen adalah Ibu ibu, untuk itu berenti jo tu baku baku fitnah kalau mo pigi Pasar,” Tambah Babul.

Penulis : Didi Gara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *