Ratahan, Fajarmanado.com – Para pedagang pasar tradisional Minahasa Tenggara (Mitra) mengaku telah amat menantikan pindah berjualan kembali di lokasi Pasar Ratahan.
Pasalnya, fasilitas jual beli di pusat ibu kota Kabupaten Perjuangan ini telah berubah wujud menjadi bangunan permanen tiga lantai, yang tampak megah dan terpampang tulisan Plaza Ratahan.
Sepintas, bangunan yang terletak di lokasi eks Pasar Ratahan, Kelurahan Tosuraya, Kecamatan Ratahan ini sudah rampung, lengkap dengan fasilitas eskalator. ‘Tangga berjalan’ pun telah berfungsi pasca diujicoba oleh pihak kontraktor.
“Pada prinsipnya memang sudah bisa digunakan, tapi kami masih perlu melengkapi lagi dengan berbagai fasilitas lain, seperti AC (full air conditioner) dan CCTV,” kata Hendrik Mamuaya, kontraktor proyek multy year tersebut.
Melihat keberadaan bagunan baru ini, para pedagang senada mengatakan telah sangat berkerinduan sekali untuk memanfaatkan fasilitas pasar yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut. Mereka juga senada memastikan jika akan menciptakan suanana nyaman dan aman ketika menempati lokasi itu.
Deisy Lele, warga Ratahan, menyatakan telah sangat berkeinginan sekali pindah berusaha di Plaza Ratahan. “Saya memang ingin berjualan di situ, soalnya dari informasi yang kami dapat, selain semua kebutuhan akan dijual di situ, juga menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli,” ujar pedagang sembako ini, Rabu (1/3), siang tadi.
Dikatakannya, sebagai pedagang memilih untuk pindah dikarenakan melihat lokasi Plaza Ratahan yang strategis. “Selain itu banyaknya bahan yang akan dijual pasti banyak pengunjung. Ini juga pertama di Mitra, tentu sebagai pedagang harus memperhitungkan itu,” ungkapnya.
Meski begitu ia mengaku baru akan melapor untuk mendapatkan tempat di Plaza Ratahan. “Rencananya dekat ini sudah mau melapor, semoga ada tempat yang disediakan,” ujarnya.
Kepala Disperindakop Mitra melalui Kabid Perdagangan dan UKM Billy Munaisehe mengatakan, nantinya ada banyak pedagang yang akan tertampung untuk berjualan di Plaza Ratahan.
“Tentunya sudah kita tata untuk setiap kelompok pedagang agar terlihat rapi sehingga lebih nyaman untuk berjualan dan berbelanja, serta masyarakat tak perlu lagi ke sana ke mari mencari bahan yang akan dibeli karena sudah dikelompok-kelompokkan,” jelasnya.
Munaisehe mengatakan, para pegadang yang akan diprioritaskan adalah mereka yang benar-benar pedagang tetap dan memiliki surat-surat, seperti surat izin menempati yang masih berlaku,” ungkapnya.
Seperti diketahui, sejak bangunan pasar tradisional Ratahan dibongkar dan dibangun kembali sejak sekitar dua tahun silam, para pedagang dipindahkan di Lapangan Ompi, Kelurahan Tosuraya, yang berjarak sekitar 200 meter sebelah Selatan pasar.
Para pedagang rela berjualan di tenda-tenda darurat dan ketika hujan harus rela berusaha di lokasi yang becek. Sementara Plaza Ratahan dilengkapi dengan lantai berlapis tegel.
(ely)