Amurang, Fajarmanado.com – Duka mendalam dialami warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut). Tokoh pejuang pembentukkan Daerah Otonom Baru (DOB) Minsel, Simon Ottay, warga Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang, dipanggil Tuhan, Senin (05/06/2017) di kediamannya Kelurahan Bitung, sekitar pukul 17.30 Wita.
Om Simon, sapaan akrab almarhum, selain dikenal sebagai salahsatu sosok pejuang pembentukan Kabupaten Minsel, juga dikenal sebagai toko koperasi dan politikus yang sangat vokal. Tak heran, semasa hidup pria yang telah berusia lanjut ini, sangat lekad dan dikenal warga Sulut, apalagi ketika berkiprah di dunia koperasi.
Tak heran kepergian pria yang juga dikenal cukup ‘kontroversial’ ini, membuat banyak pihak terperangah dan merasa kehilangan. “Siapa yang tak kenal dengan Om Simon. Almarhum dikenal sebagai pejuang Minsel. Bahkan, ketika mencari dukungan masyarakat, beliau sampai merambah wilayah Kawangkoan dan Sonder, yang sekarang berada di wilayah Kabupaten Minahasa,” kata Ketua KUD Kawangkoan Hengky Umbas, mantan Ketua KUD Karya Tumou Tou Tompaso Jufry Piring kepada Fajarmanado.com, terpisah malam tadi.
Perjuangan Om Simon dalam membentuk Minsel, kata Alex Tumbelaka, sangatlah besar. Bahkan, saat memperjuangkan melakukan manuver di Jakarta pada tahun 2003, tak gentar menerobos ketatnya birokrasi, baik di Depdagri maupun DPR RI. “Ya, begitulah sosok Om Simon semasa hidup, tak gentar ketika telah mengambil sikap,” kenang pria warga Kelurahan Ranoiapo ini.
Sementara Johny Tumbuan menilai bahwa selain konsiten dalam sikap dan tindakan, Om Simon juga dikenal sangat dekat dengan warga Amurang, apalagi Ranoiapo. ‘’Memang, OM Simon terlalu vocal kalau dia memperjuangkan ataumengkritisi pemerintahan Minsel.Begitulah sosok pejuang Minsel dan bapak koperasi Minsel ini. Selamat jalan Simon Ottay, anda sudah menang dan mencapai garis akhir. Perjuanganmu pasti akan terus dikenang warga Minsel dan gerakkan koperasi Sulut,” ujar Tumbuan.
Sedangkan Willem Baba Mononimbar mengaku kaget atas dipanggilnya Om Simon kembali keharibaan Tuhan. ‘’Jujur, saya kaget setelah mengetahui Simon Ottay telah berpulang. Sebagai generasi penerus, kami tak bisa mengikuti langkahnya. Dia sangat berani dalam memperjuangkan Minsel dan Sulut. Terlebih soal pemekaran Minsel tahun 1950-an namun, baru tahun 2003 Minsel jadi daerah otonom. Syukur, bahwa perjuangannya akhirnya Minsel jadi dareah pemekaran dan memberikan banyak pembangunan lewat pemerintah RML, VT, HD Waworuntu, Tetty Paruntu dan Franky Wongkar,” kata Mononimbar.
“Selamat jalan Alm Simon Ottay, Tuhan lebih memilih kamu dari pada harus terus menerus siksa di dunia. Kau sungguh mulia di mata Tuhan. Semoga, Tuhan melindungi keluarga yang ditinggalkannya,” sambungnya.
Penulis : Andries Pattyranie
Editor : Herly Umbas