DPP APDESI

Motivasi Rakyat Bertani, APBDes Tincep Kebut Bangun Jalan Kebun

Penampakan pembukaan jalan usaha tani di Desa Tincep, Kecamatan Sonder, Minahasa.
Sonder, Fajarmanado.com — Fluktuasi harga cengkih yang dinilai tak menjamin untung petani produsen dalam dua dekade terakhir menyebabkan warga Desa Tincep, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara tak maksimal lagi memberdayakan potensi lahan perkebunan dan pertanian.

Masyarakat cenderung fokus mengolah sawah dan beternak ikan air tawar. Potensi areal persawahan Desa Tincep yang berada di dataran rendah sebelah Utara wilayah Kecamatan Sonder ini, memang sangat berlimpah.

Selain diberdayakan dengan membudidayakan padi sawah, potensi air itu juga dimanfaatkan untuk kolam tenak ikan air tawar.

Dengan dikuncurkannya dana desa sejak tahun 2015, Pemerintah Desa (Pemdes) Tincep pun terlecut menggairahkan kembali warganya untuk memberdayakan lahan perkebunan dan pertanian

“Dana desa kami lebih fokuskan untuk membangun jalan kebun,” kata Kepala Desa (Kades) Tincep, Rommy Dapu, SSos kepada Fajarmanado.com di Sonder, Jumat (5/7/2019).

Rommy, yang mulai menjadi Kades Tincep sejak 23 Februari 1999 mengatakan, ketiadaan jalan usaha tani menjadi alasan klasik warga desanya sehingga tidak maksimal lagi merawat perkebunan cengkih. Apalagi, harga komoditas tahunan ini kerap terjun bebas di saat panen seperti sekarang ini.

“Masyarakat merasa tidak ada lagi kepastian untung sehingga mereka menjadi malas ke kebun. Alasannya, terlalu capek karena harus jalan kaki,” ujarnya.

Tak heran, lanjut dia, setiap musyawarah bersama pemerintah, BPD dan tokoh masyarakat untuk menyusun program ABPDes, pembukaan dan pembangunan jalan usaha tani selalu saja muncul,” sambung Rommy, Hukum Tua (Kumtua), sebutan khas Kades di Minahasa, yang sangat dicintai rakyatnya ini.

Tahun 2019 ini, misalnya. Ada dua titik lokasi pembangunan jalan kebun. Yakni ke perkebunan Landeng di sebelah Timur desa dan di wilayah perkebunan Tetengkoren, sebelah Utara.

Kumtua Rommy Dapu, SSos ketika memantau persiapan pembangunan jalan usaha tani di Desa Tincep beberapa waktu lalu.

Pantauan Fajarmanado.com pada Rabu, 26 Juni 2019, pekan lalu, pengerjaan jalan usaha tani di wilayah perkebunan Landeng sementara berlangsung. Puluhan pekerja warga setempat terpantau bahu membahu melakukan pelaburan cairan aspal, disusul dengan pasir.

“Sudah selesai. Tadi, tim monitoring sudah turun memeriksa. Sesuai RAP,  lebar 4 dan panjang 600 meter. Tapi setelah diukur panjannya telah 700 meter lebih,” ujarnya.

Ia mengaku tak menyangka akan terjadi kelebihan volume.

“Kami cuma berdasarkan RAP, termasuk pengadaan material. Target kami hanya menghabiskan material yang sudah ada. Eh, ternyata volumenya sudah lebih,” ujar Rommy, sambil membenarkan bahwa pengerjaannya didukung swadaya masyarakat.

Tahun 2019 ini, Desa Tincep kebagian dana desa sebesar Rp.734 juta lebih dengan Rp.352 alokasi dana desa.

“Khusus dana desa, selain digunakan membangun dua ruas jalan kebun tersebut, juga pembangunan jalan lorong konstruksi rabat beton dan paving block dan perawatan jalan pemukiman lainnya,” ujar pria yang dikenal sarat dengan kepedulian sosial ini.

Penulis: Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *