DPP APDESI

Ketua PKK Sulut Akui Peran FKUB Sangat Vital

Ketua PKK Sulut Akui Peran FKUB Sangat Vital
Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan
Manado, Fajarmanado.com – Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan mengatakan kerukunan hidup antar umat beragama di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus terjaga.

“Ini tidak lepas dari peran aktif pemuka agama termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), sebagai organisasi lintas agama di daerah ini yang berperan sangat vital,” tegasnya di Manado, Kamis (06/06/2017).

Isteri Gubernur Olly Dondokambey SE ini menilai, eksistensi FKUB senantiasi ternyata terus bersinergi dengan pemerintah dan anak bangsa serta diperkuat dengan semangat dan filosofi ‘Torang Samua Ciptaan Tuhan dan Batamang Dengan Samua Orang’, sebagai pondasi dan falsafah kerukunan umat beragama di Sulut yang sarat dengan kearifan lokal.

“Dengan melihat situasi dan kondisi daerah dan masyarakat Sulawesi Utara yang saat ini dalam tahap perjuangan menuju era kebangkitan baru, maka setiap komponen masyarakat dituntut untuk memiliki peran dan tanggungjawab dalam membawa daerah ini berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam pemerintahan dan politik serta berkepribadian dalam berbudaya,” paparnya.

Ia mengingatkan segenap komponen FKUB untuk terbeban dan semakin berbenah diri dengan terus menghadirkan pembaharuan visi dan pandangan sesuai realitas tuntutan jaman.

“Hal ini agar harmonitas di Sulawesi Utara tetap kokoh dan terjaga, apalagi dalam mensukseskan kegiatan Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan 2017 pada tanggal 21-28 April ini, juga turut mendukung program dari Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan-ODSK),” ujarnya.

Ia pun berharap pula peran aktif anggota FKUB di daerah ini semakin meluas dan menyentuh sisi kebutuhan sosial di masyarakat. Bukan hanya berperan mengatasi persoalan lintas agama saja namun harus menjadi barometer solusi dalam mengentaskan segala permasaalahan di masyarakat.

Sebagai bagian integral potensi kerukunan bangsa, katanya, FKUB harus tetap berkomitmen untuk terus memperjuangkan kedamaian di atas segala kepentingan. FKUB juha mesti sepakat bahwa suku, agama dan ras merupakan hal penting yang layak diekspos bukan untuk diperdebatkan atau dipertentangkan.

“Kita harus bersama-sama yakin bahwa perbedaan akan menjadi keindahan dan sumber kekuatan yang membawa keuntungan jika mampu diolah dan dihadirkan secara berdampingan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Provinsi Sulut, Evans Steven Liow mengatakan, kegiatan ini merupakan program strategis mendukung pembangunan yang merupakan program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (ODSK) yang salah satunya grand strategi di sektor pariwisata.

“Pada anggaran Kesbangpol yang tertata untuk FKUB ada Rp 500 Juta, dan lahirlah program pekan kerukunan nasional. Nantinya, kita akan membuat laboratorium kerukunan dan kedepan untuk TP PKK Sulut nantinya kedepan akan melakukan pelatihan intelejen,” terang Liow.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut diantaranya, Sekertaris FKUB Provinsi Sulut, Hi Amin Lasena.

(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *