DPP APDESI

Kepsek SD Inpres Kinali Berganti Bersama 3 Kepsek SD di Langowan ini

Empat Plt. Kepsek SD dan tiga mantan kepsek yang baru purna tugas bersama Kadis Dikbud Minahasa Drs. Riviva Maringka, MSi dan Sekdis Tommy Wuwungan, SPd, MM (duduk) seusai menerima surat penugasan dan serah terima jabatan di Ruang Kerja Kadis Dikbud, Rinegetan, Tondano, Jumat (8/5/2020).
Tondano, Fajarmanado.com — Pasca Corneles Arie Rumajar, SPd purna tugas pada 1 Mei 2020, pemegang jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Kinali, Kawangkoan, Minahasa, resmi berganti, Jumat (8/5/2020).

Jabatan yang dipegang Arie Rumajar sejak tahun 2013 itu dialihkan kepada Andries E. Ering, SPd , yang sebelumnya  guru kelas di SDN Inpres Kaayuren Bawah Langowan.

Meski masih berstatus pelaksana tugas (Plt), Ering sah mengendalikan manajemen SD Inpres Kinali setelah meneken berita acara surat penugasan di depan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Minahasa, Drs. Riviva Maringka, MSi, pagi itu.

Serah terima jabatan kepsek juga bersamaan dilakukan untuk tiga sekolah dasar (SD) lainnya, yang kesemuanya berada di wilayah Langowan di Ruang Kerja Kadis Dikbud Minahasa, Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat.

Mereka adalah Jois Sambeka, SPd, sebelumnya jabatan guru di SD Negeri 4 Langowan dilantik sebagai Plt.Kepsek SD Negeri 1 Langowan, kemudian Aneke Kumolontang S Pd, jabatan lama sebagai kepala SDN 2 Langowan sebagai Plt Kepala SDN Inpres Tempang dan Jorry Romi Makalow SPd, yang sebelumnya Plt. Kepala SD Negeri 1 Langowan dimutasikan sebagai Plt Kepala SD Negeri 4 Langowan.

Kadis Dikbud Drs Riviva Maringka MSi berharap agar mereka yang dilantik dapat menjalankan tugas lebih maksimal sebagaimana amanat Bupati Minahasa Dr. Royke O Roring MSi dan Wakil Bupati Minahasa Dr (HC) Robby Dondokambey.

Dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini, Riviva mengingatkan aktivitas pembelajaran dapat berlangsung dengan sistem belajar mengajar menggunakan tekhnologi yang sudah lama dipersiapkan oleh pihak Kmenterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kementerian pendidikan jauh sebelum pandemi covid 19 telah mempersiapkan sistem belajar mengajar menggunakan tekhnologi digital sehingga hal ini lebih meningkatkan kualitas belajar siswa dibawah pengawasan orang tua,” jelasnya .

Mantan Kadis Dukcapil Minahasa ini menilai bahwa memanfaatkan digital akan lebih efektif memberikan pelajaran di mana para siswa akan dapat lebih terawasi oleh orang tua.

Penulis: Herly Umbas