Amurang, Fajarmanado.com – Kabupaten Minahasa Selatan, khusus soal Bidan desa dan Puskesmas mengalami kekurangan. Bahkan, kekurangan diatas terjadi sejak beberapa tahun lamanya. Menariknya, dari 167 desa terdapat 49 desa tidak memiliki bidan. Jadi, sesuai data baru 68 desa yang memiliki bidan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minsel, dr Ternie Paruntu membenarkan hal diatas. ‘’Minsel dikategorikan masih kurang bidan. Akibat terjadi kekurangan bidan, maka pelayanan terhadap ibu hamil untuk persalinan tidak maksimal. Apalagi di Puskesmas Pembantu (Pustu) banyak yang tidak diaktifkan lantaran tidak ada bidan,’’ujar Paruntu, Jumat (3/2/2017).
Dikatakan Paruntu, keperluan bidan di Minsel sangat relative. Namun demikian, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Kecuali itu, ada beberapa desa memiliki bidan kampung. Jadi, bidan kampung-lah yang ikut membantu apabila ada ibu hamil yang melahirkan.
‘’Angka bidan yang kita butuhkan jauh dari ideal. Karena seharusnya minimal setiap desa memiliki satu bidan. Karena, untuk menekan atau meminimalisir angka kematian bayi dan ibu melahirkan dapat ditekan. Bahkan kalau perlu ditiadakan,’’sebut Paruntu lagi.
Paruntu menjelaskan, dengan kondisi sekarang terpaksa satu bidan melayani dua desa atau lebih. Bahwa, sebenarnya jauh dari ideal dengan kondisi yang ada. Tapi, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa. Ini juga karena kekurangan tenaga medis di desa.
‘’Maka dari itu, pihaknya akan mengusahakan agar bisa mencapai angka ideal. Dan harapannya, usulan ke BKPP Minsel dan BKN yang juga sedang diperjuangkan dari K2 akan berwujud nyata. Karena memang, itu adalah harapan terakhir bila tidak ada penambahan ASN,’’tegasnya.
(andries)