Amurang, Fajarmanado.com – Jumat (24/2/2017) pekan kemarin, Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2017. Menariknya, perayaan HPSN tahun 2017 melibatkan seluruh Perangkat Daerah (PD) di Kabupaten Minsel. Bahkan, seluruh pejabat eselon II, III dan IV dan ASN pada umumnya wajib melakukan kerja bakti masal. Jadi, HPSN hanya meninggalkan kesan ‘kotor’ dilungkungannya.
Dari pantauan Fajarmanado.com sejak minggu kemarin, justru lingkungan Pemkab Minsel terlihat ‘kotor’ dan tak terawat. Dimana-mana tersebar sampah kertas dan daun-daunan. Sementara, dalam rangka HPSN tahun 2017 pejabat dan ASN dipimpin Sekda Drs Danny H Rindengan, MSi melakukan kerja bakti justru tidak melihat mana yang paling penting soal kebersihan. HPSN juga melibatkan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.
‘’Ya, memang karena perintah atasan, terpaksa Perangkat Daerah (PD) melakukan bersih-bersih di daerah Amurang. Sementara, lingkungan kita sama sekali hanya bagian terkecil yang dibersihkan. Menariknya lagi, ASN justru membersihkan daerah lain,’’ujar ASN yang minta namanya tak disebut.
Yang pasti, kata ASN diatas kerja bakti setiap Jumat berjalan juga tak focus didaerah sendiri. Diakuinya, bahwa lingkungan Pemkab Minsel ‘kotor’. Dimana-mana terdapat sampah, lebih parah lagi kalau hujan sampah pun busuk dan bau.
‘’Sayang sekali, HPSN tahun 2017 kalau kita focus bersih-bersih dilingkungan sekitar. Mungkin saja tak mubasir seperti yang terjadi. Tapi, itulah kondisi yang ada sat ini. Ternyata kerja bakti masal tersebut tidak memiliki eksotis dari pandangan masyarakat umum,’’imbuh ASN yang kembali mewarning namanya tak ditulis.
Senada dikatakan salah satu pejabat eselon III dilingkungan Pemkab Minsel, bahwa HPSN 2017 juga melibatkan Forkopimda. ‘’Nah, Forkopimda pun sama. Mereka kerja bakti juga tidak dilingkungannya. Melainkan, membaur dengan pejabat dan ASN yang ada. Jadi, sama juga kan. Soal kebersihan justru jadi nomor dua dilingkungannya,’’sebutnya.
(andries)