DPP APDESI

Gairahkan Masyarakat Bertani, Desa Kayuuwi Satu Fokus Buka Akses Jalan Perkebunan

Kumtua Kayuuwi Satu, Meiki Mamesah, SH di sela berbaur bersama masyarakat kerja bakti membuka jalan perkebunan yang menjadi sasaran lokasi perkerasan dengan dana desa 2019 pada Maret lalu. Foto: Istimewa.
Kawangkoan Barat, Fajarmanado.com — Pemberdayaan sumber daya alam perkebunan dan pertanian menjadi prioritas atau fokus utama pembangunan di Desa Kayuuwi Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa.

“Sesuai APBDes 2019, hasil musyawarah bersama pemerintah dengan BPD dan tokoh masyarakat, dana desa tahun ini difokuskan untuk menuntaskan jalan perkebunan,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Kayuuwi Satu, Meiki Mamesah, SH.

Berbincang dengan Fajarmanado.com di kediamannya, Jumat (31/5/2019), petang tadi, ia mengatakan, ada dua lokasi akses jalan usaha tani yang dibangun dengan dana desa dalam beberapa tahun terakhir.

“Tapi kami lebih fokus dulu di perkebunan Takoy karena sangat luas dan sebagian besar telah dan sementara dikelola masyarakat,” katanya.

Di kawasan perkebunan, yang kini ramai ditanami rica alias cabe dan tomat serta aneka tanaman hortikultura lainnya.

Akses jalan masuk yang menanjak ini telah berhasil dibuka. Bahkan, ruas jalan yang masuk ke arah Utara dari jalan protokol Kayuuwi Satu ke Tombasian Atas, ini ternyata telah menjadi beberapa jalur di dalam kawasan perkebunannya.

Tak heran, masyarakat ramai-ramai mengolah lahan dengan mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura.

Kelompok masyarakat GMIM Haleluya Kayuuwi pun tak ketinggalan ikut membuka lahan khusus Hortikultura sehingga dilombakan.

“Ada dua jenis pekerjaan dana desa di lokasi ini. Yaitu, lapen dan pembukaan jalan baru dengan perkerasan. Lapen 480 meter dan perkerasan 260 meter,” jelasnya.

Sedangkan jenis pekerjaan di lokasi perkebunan Tinudan, yang masuk (dari jalan yang sama) ke arah Selatan, berupa rabat beton atau cor tumbuk sepanjang 480 meter.

“Program lainnya tahun ini, paving block 95 meter jalan di depan SD GMIM II yang ada di pemukiman Lewetan,” ungkapnya.

Ruas jalan di perkebunan Tinudan, selain berfungsi sebagai jalan usaha tani, juga merupakan jalan pintas ke luar masuk dari jalan protokol menuju Kantor Camat Kawangkoan Barat, yang juga merupakan akses jalan ke Bukit Kasih Kanonang.

“Ini tentu untuk lebih menggairahkan masyarakat bertani,” tandas, Mesak, sapaan familiar Kumtua Kayuuwi Satu ini.

Meiki Mamesah pun menyatakan kebanggaannya atas peranserta masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibiayai dengan dana desa.

“Setiap pekerjaan, selalu saja ada wujud swadaya masyarakat. Seperti 20 persen tahap pertama (dana desa) yang telah dicairkan. Sesuai RAP, perkerasan jalan sepanjang 260 meter, tapi realisasi mencapai 280 meter,” jelas dia.

Desa Kayuuwi Satu meNdapat alokasi dana desa tahun 2019 lebih dari Rp.715 juta. Total bersama ADD, bagi hasil pajak dan retribusi Rp.1,047 miliar lebih.

“Kuncinya hanya satu, saya berusaha terus transparan dan menjelaskan secara detil kepada masyarakat soal program-program dan alokasi pembiayaannya, sehingga ketika diminta subsidi berupa kerja bakti, tak ada kendala,” ujarnya.

Kumtua pertama Kayuuwi Satu pasca pemekaran Desa Kayuuwi pada 2008 ini kemudian menunjuk animo masyarakat kerja bakti membuka jalan yang menjadi lokasi perkerasan tahun ini.

“Lihat saja, ini adalah bukti nyata,” tandasnya sambil menunjukkan sejumlah foto.

Penulis: Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *