Kawangkoan, Fajarmanado.com — Bantuan sosial terus mengalir bagi korban dan keluarga yang terdampak coronavirus disease atau Covid 19 di Kecamatan Kawangkoan, Jumat (29/5/2020).
Kali ini, bantuan datang dari legislator PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa, Drs. Dharma Patria Palar. Ketua Komisi III DPRD Minahasa ini, memberikan 120 kilogram yang dikemas dalam dua karung.
“Mohon jangan dilihat dari nilai barang ini. Tapi, inilah wujud kepedulian saya bagi sesama warga yang terdampak dan harus menjalani proses protap kesehatan,” katanya.
Beras dua karung Dharma, sapaan akrab legislator PDI Perjuangan di DPRD Minahasa tiga periode ini, disalurkan melalui Posko Bantuan Terdampak Covid 19 Kawangkoan dan diterima Camat Eightmi Johanna Moniung, SH didampingi Kepala Dinas (Kadis) Sosial Minahasa, Denny Tualangi, SE.
“Terima kasih Pak Dharma. Bantuan ini akan kami salurkan bersama dengan bantuan yang masuk melalui Posko Bantuan Terdampak Covid 19 Kawangkoan.
“Khusus untuk warga terdampak virus corona dari umat Muslim akan kami koordinasikan dengan pengurus Masjid Nurul Huda Kawangkoan,” kata Ane, sapaan akrab Camat Kawangkoan ini.
Sebelumnya, Kadis Sosial Minahasa, Denny Tualangi menyerahkan 40 paket bansos bahan makanan pokok (Bapok) bagi para keluarga terdampak langsung pandemi Covid 19.
“Surat permintaan ibu camat 36 paket. Tapi saat ini kami bawa 40 paket untuk keluarga kita umat Muslim,” ujarnya.
Paket yang dikemas dalam kantong plastik tersebut berisikan 5 kilogram beras, 1 baki telur ayam, supermie 20 dan minyak 1 kilogram.
Camat Ane mengungkapkan, sesuai data yang dihimpun, ada 76 keluarga yang dinilai layak menerima bantuan khusus ini di wilayah Kecamatan Kawangkoan.
“Ada 36 berdomisili di Kelurahan Sendangan Tengah dan Kelurahan Kinali atau di Kampung Islam, lainnya tersebar di Kelurahan Kinali Satu dan Desa Tondegesan,” jelasnya.
Ke 76 orang itu diduga sempat berdekatan dengan tujuh Positif Covid 19 warga Kawangkoan dan dua terkonfirmasi positif warga Kota Manado meninggal dunia namun dikebumikan di wilayah Kawangkoan.
Ke tujuh orang itu, enam berdomisili di Kelurahan Sendangan Tengah, yang satu diantaranya telah sembuh, satu lainnya warga Kelurahan Kinali Satu.
Sementara dua orang meninggal terkonfirmasi positif warga Kota Manado, dikebumikan di Pekuburan Umum Kinali dan Pekuburan Umum Tondegesan.
Camat Ane mengatakan, keluarga di Kampung Islam menjadi prioritas karena ada 36 orang yang diharapkan rela menjalani swab test. Mereka terkait dengan lima warga Positif Covid 19 yang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Sesuai protap kesehatan, setelah menjalani swab test, mereka diharuskan isolasi selama 14 hari. Bantuan bahan pangan Dinas Sosial ini akan kami berikan kepada mereka. Termasuk bantuan yang masuk melalui Posko Peduli Terdampak Covid 19,” paparnya.
Mengenai paket Bansos Bapok lainnya, Kadis Denny Tualangi menyarankan agar camat secepatnya mengirim surat permohonan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra.
“Kami hanya pelaksana. Kalau sudah ada petunjuk atasan, akan kami langsung eksekusi,” kata mantan pesepakbola handal Sulawesi Utara ini.
Penulis: Herly Umbas