DPP APDESI

Difungsikan, Pasar Moderen Kawangkoan Masih Sepi

Difungsikan, Pasar Moderen Kawangkoan Masih Sepi
Suasana di dalam gedung jual beli modern di Pasar Esa Waya Kawangkoan, Kamis (11/05/2017), hari ini.
Kawangkoan, Fajarmanado.com – Setelah tertunda sekitar dua pekan, gedung fasilitas modern di Pasar Esa Waya Kawangkoan, Minahasa mulai difungsikan, Kamis (11/05/2017), hari ini.

Pantauan Fajarmanado.com, belum semua 168 lapak yang berada dalam bangunan permanen berbandrol Rp6,2 miliar lebih itu yang terisi. Masih ada sekitar 30 persen belum ditempati pedagang.

Sebagian besar pedagang tampak masih memilih berjualan di tenda-tenda darurat yang berada di jalan lingkar pasar di Kelurahan Uner Satu ini sampai di pekarangan rumah-rumah penduduk.

Begitu pun para pedagang ikan kering, sembako, sayur dan buah-buah, masih banyak yang belum memanfaatkan fasilitas lapak di bangunan permanen berlantaikan tegel itu. Padahal, kelompok pedagang inilah yang diproyeksikan menggunakan lapak baru tersebut.

“Soalnya, di dalam sini masih sangat sepi sekali pembeli,” ujar Max Lolowang, pedagang telur, gula merah dan bawang ini.

Meiske Saumana, pedagang ikan cakalang fufu, juga mengungkapkan keluhan yang sama. “Biasanya, kalau sudah tengah hari begini, paling kurang 100 gepe sudah terjual,” ujar, terpisah.

Meski begitu, Meiske, Max dan Syane Lamonge, pedagang brenebon ini, memaklumi kenyataan ini. “Masyarakat belum banyak yang tahu kalau tempat ini sudah mulai digunakan. Lagi pula masih banyak pedagang yang masih bertahan berjualan di luar,” ujar Syane.

Untuk itu, mereka mengharapkan agar pihak UPT Pasar Kawangkoan segera melakukan langkah konkret dengan memberikan ultimatum batas waktu pembongkaran atau penertiban pedagang yang masih menggunakan tenda darurat di jalan, dengan memberikan sosialisasi pada hari ini.

“Kalau mereka tidak masuk juga hari Sabtu nanti, saya akan pindah dan memilih tempat yang masih kosong sesuai keinginan saya. Kan, sama-sama terdaftar dan punya SHP,” tandas Syane.

Kepala UPT Pasar Kawangkoan Johly Rori, SE mengatakan, pada prinsipnya semua lapak baru berlapiskan tegel yang ada dalam bangunan permanen ini telah terisi penuh. “Tapi masih banyak yang belum masuk, makanya sekarang ini semakin gencar kami sosialisasikan bersama Polsek Kawangkoan,” ujarnya.

Rori menegaskan, pihaknya berhak mencoret nama pedagang yang telah terdaftar apabila tidak segera menggunakan tempat baru mereka.

“Kami tidak bisa menolak kalau ada pedagang lain yang memiliki SHP masuk menempati lapak yang belum digunakan, sekalipun sudah terdaftar atas mana orang lain,” imbuhnya.

Pemanfaatan bangunan baru Pasar Esa Waya itu, semula direncanakan pada awal Mei 2017 ini. Rencana ini molor karena adanya para pedagang sempat menolak masuk, diduga akibat termakan isu oknum-oknum provokator.

Bernard Rumengan, pedagang Sembako, mengungkapkan bahwa ada seorang pria berumur sekitar 30-an , hampir tiap pasar datang memotret –bangunan-bangunan di lingkungan Pasar Esa Waya.

“Saya sempat dengar langsung, dia meminta para pedagang supaya jangan masuk karena bangunan ini akan dibongkar kembali karena bermasalah. Banyak yang sempat termakan sehingga menolak masuk beberapa minggu lalu,” ujar mantan Lurah Talikuran, Kawangkoan ini.

(ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *