Amurang, Fajarmanado.com – Kepala Inspektor Daerah (Irda) Kabupaten Minahasa Selatan Adrie Keintjem, SH menegaskan, penggunaan Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 terjadi banyak penyimpangan. Dari hasil pengawasan lapangan serta evaluasi Inspektur Pembantu (Irban) dan tim menemukan banyak keganjilan dilapangan. Hanya saja, pihaknya meminta agar pengguna anggaran di desa masing-masing untuk dapat memperbaikinya.
‘’Benar, dari hasil pemeriksaan, pengawasan lapangan serta verifikasi banyak ditemukan keganjilan. Bahwa, penggunaan Dandes dan ADD tahun 2016 rata-rata desa melakukan ‘permainan’ tanpa disengaja ataupun disengaja,’’ujar Kepala Irda Minsel, Adrie Keintjem, SH belum lama diruang kerjanya.
Menurut Keintjem, bahwa keganjilan yang ditemukan para Irban ada yang sesuai informasi masyarakat. Dan ada pula hasil pengawasan lapangan saat turun ke desa-desa. Jadi, apapun yang terjadi, hal tersebut benar-benar ada.
‘’Tetapi, penegasannya bahwa dugaan penyimpangan Dandes dan ADD tahun 2016 oleh pengguna anggaran desa atau yang berhubungan disampaikan untuk diperbaiki. Mungkin, hanya masalah laporan ataukah karena belum lengkapnya laporannya,’’jelas Keintjem yang juga mantan Kepala BPMPD Minsel tersebut.
Ditanya berapa persen penyimpangan Dandes dan ADD yang terjadi di 167 desa. Kata Keintjem, hal itu masih dilakukan perhitungan oleh tim. Memang, dari 4 Irban dan tim yang turun ke desa semuanya mendapati terjadi penyimpangan. Jadi, ini bukan disengaja. Melainkan hasil temuan dan informasi akurat.
‘’Oleh sebab itu, Inspektorat Daerah pun meminta Hukum Tua, Sekretaris dan Bendahara Desa untuk melakukan perbaikan. Termasuk, data yang akurat harus ada dilaporan. Karena banyak yang terjadi, laporan tidak sesuai data. Dengan demikian, Keintjem menegaskan bahwa dugaan diatas juga telah diperiksa BPK RI selang seminggu akhir Februari 2017,’’ tegasnya.
Sementara itu, Ketua LSM Bangkit Indonesia Cabang Minahasa Selatan Djohn Pojoh menyebut, dari hasil investigasi banyak terjadi penyimpangan Dandes dan ADD tahun 2016 di sebagian besar desa di Minsel. ‘’Namun, apapun yang terjadi sangat kecil kemungkinan akan berproses kerana hukum. Tapi kita lihat saja, bahwa LSM Bangkit Indonesia yang berpusat di Jakarta akan kami laporkan semua dugaan yang terjadi di Minsel. Bahwa, LSM Bangkit Indosia pun selalu melakukan koordinasi dengan pengurus pusat,’’sebut Pojoh.
(andries)