Coffee Time, Bupati Tetty Ajak Pers Kabarkan Berita Benar

Coffee Time, Bupati Tetty Ajak Pers Kabarkan Berita Benar
Kabag Humpro Minsel Hendri Palit SH saat membawakan sambutan pengantar pada Coffee Time Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE dengan puluhan wartawan pos liputan Minsel yang ikut dihadiri Sekda Drs Danny H Rindengan, MSi di Sabua Hello 88, Pantai Alar Kelurahan Pondang, Amurang Timur, Selasa (02/05/2017), sore tadi.
Amurang, Fajarmanado.com – Janji Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE akan menggelar acara bersama dengan Pers Minsel (Minahasa Selatan) ternyata ditepati, Selasa (02/05/2017) sore tadi.

Bertempat di Sabua Hello 88, Pantai Alar Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, mulai pukul 15.00 Wita atau jam 3 sore itu, Bupati Tetty, sapaan akrabnya, familiar berdialog dengan puluhan wartawan pos liputan Minsel.

Suasana wawancara bertajuk Coffee Time itu terkesan cair, diwarnai canda tawa namun memunculkan beragam informasi pembangunan dan sikap Pemkab terhadap berita-berita media selama ini. Tak heran, sambil menikmati kopi dan teh manis dengan kue khas Minahasa, Ongol-Ongol dan Sagu bertabur gula merah bakar, dialog pun berlangsung sekitar 2 jam.

Saat itu, Bupati ditemani Sekda Drs Danny H Rindengan, MSi dan Kabag Humas dan Protokol (Humpro) Henri Palit, SH. “Saya tantang kalian (wartawan) kalau buat berita, bulatlah yang  menantang. Bahwa,” kata salahsatu bupati tercantik di tanah air ini.

Ketua DPD II Partai Golkar (PG) Minsel ini menyatakan, pada prinsipnya sirinya tidak alergi dengan pemberitaan Pers, baik cetak maupun elektronik.”Tapi kalau buat berita, yang benar bilang benar. Jangan juga jadi duri diantara kita,’’ tegasnya.

Tetty mengungkapkan penilaiannya bahwa ada kesan wartawan pos liputan Minsel  takut beking berita kontrol sosial, karena akan berdampak ke beberapa masalah. Seperti soal penagihan iklan, advertorial dan langganan koran.

‘’Kalau hal itu, mungkin saja bisa terjadi. Tetapi sebenarnya wartawan harus profesional dalam membuat berita.  Sekali lagi, saya tantang kalian untuk buat berita yang benar bikin benar, jangan salah dibuat benar atau sebaliknya,” tutur wanita yang dikenal peduli ini.

Karena itulah, Tetty kembali mengingatkan wartawan supaya tidak membuat berita tendensius, yang notabenenya ingin menjatuhkan, bukan kritik sosial untuk membangun.

Ia mengharapkan wartawan dapat menghubungi setiap kepala Perangkat Daerah (PD) apabila butuh informasi atau konfirmasi. “Bisa juga melalui humas untuk kepentingan klarifikasi, tapi akan lebih baik dan jelas apabila langsung kepada Kepala PD bersangkutan,” ujar bupati yang juga akrab disapa CEP ini.

Pernyataan sikap terbuka memberikan informasi dan menerima kritikan sebagai kontrol sosial Tetty ini sontak mendapat respon positif puluhan wartawan yang hadir. Persoalan kekurangan data dan kesulitan konfirmasi yang dialami, diyakini akan terpenuhi.

Di sisi lain,Tetty juga menyadari jumlah wartawan yang sehari-hari melakukan peliputan di Minsel sudah terlalu banyak. Ini menyebabkan Humas dan Protokol sebagai mitra kerja agak kesulitan membijaksanai pemanfaatan pos dana pembinaan pers yang sangat terbatas.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *