DPP APDESI

Berusia 38 Tahun, Pipa PDAM ‘Minta Ganti’

Berusia 38 Tahun, Pipa PDAM ‘Minta Ganti’
Kabag Umum PDAM Minahasa, Denny Tangkere
Tondano, Fajarmanado.com – Pelanggan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa seringkali mengeluhkan terkait suplai air yang kerap mati. Dimusim kemarau lalu, pihak PDAM beralasan bahwa sumber air PDAM mengalami penyusutan. Dan hal itu-pun sesuai dengan kenyataan.

Tapi tak jarang suplai air dari PDAM mengalami kemacetan meskipun dimusim penghujan.

Kepala Bagian (Kabag) Umum PDAM Minahasa, Denny Tangkere mengatakan bahwa jaringan pipa PDAM di kabupaten ini pertama kali dibangun pada tahun 1979 atau 38 tahun lalu. Karena sudah dimakan usia, ada pipa yang karatan bahkan sampai bocor hingga air terbuang.

“Sesuai hitungan kami, saat ini masih ada sekitar 60 persen pipa yang dioperasikan sejak tahun 1979 sampai sekarang. Dan jaringan itu terpasang di beberapa kelurahan dalam kota Tondano,” ujar Tangkere.

Lanjutnya, PDAM akan memperbarui jaringan pipa lama tersebut, namun hal itu akan dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan dengan anggaran.

“Pipa lama ada beberapa macam. Ada yang dari besi dan ada yang dari asbes. Yang pipa besi, itu masih mampu bertahan jadi kami tidak akan membongkarnya, tapi memperbaiki titik-titik yang rusak saja,” jelasnya.

Tangkere juga mengatakan kalau saat ini bukan langkah bijak jika mengganti secara keseluruhan jaringan yang masih bisa berfungsi. Karena itu, diatas jaringan lama yang masih berfungsi, dibangun jaringan baru. Kecuali jaringan yang sama sekali tidak bisa lagi digunakan. Itu yang akan ddibongkar.

“Pelanggan lama tentu tersambung dijaringan lama, tapi bagi pelanggan baru, tersambung dengan jaringan baru. Yang merepotkan di jaringan lama, kalau ada kebocoran kemudian diperbaiki, tapi muncul lagi kebocoran disisi lain, itu langsung kami pindahkan ke jaringan baru,” pungkasnya.

Penulis : Fiser Wakulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *