Amurang, Fajarmanado.com – Astaga! Seorang oknum pejabat di Pemkab Minsel melakukan hal tak terpuji terhadap tukang parkir yang menegur lantaran menyenggol sejumlah pembatas jalan di depan Sakura Mart, Buyungon Kecamatan Amurang. Kejadiannya, menjelang siang atau sekitar pukul 09.00 Wita di Jln Trans Sulawesi saat keramaian mulai terlihat. Oknum pejabat tersebut mengendarai mobil Xenia plat merah DB 75 E.
Dari informasi yang dirangkum wartawan Fajarmanado.com di TKP, kadiannya terlalu cepat. Hanya saja, tiba-tiba oknum pejabat yang menyenggol pembatas jalan di depan Sakura Mart tersebut terekam di CCTV Sakura Mart. Saat tukang parkir menegur, oknum pejabat malahan turun dari kendaraan dan langsung menampar tukang parkir tersebut.
‘’Ya, saya tegur baik koh. Saya tegur, lantaran sudah menyenggol pembatas jalan milik Dinas Perhubungan Kabupaten Minsel. Namun, oknum pejabat di Pemkab Minsel malahan turun dan menamparnya. Jujur, saya tak menyangka kalau teguran diatas diterima dengan baik. Tetapi, saya justru ditamparnya,’’ujar tukang parkir, tapi meminta namanya tak ditulis.
Menurut tukang parkir, begitukah cara seorang pejabat terhadap orang kecil sepertinya. Sudah salah, malahan turun dan menamparnya. Sayangnya, sejumlah saksi mata yang membela tukang parkir, malahan jadi pertengkaran mulut dengan oknum pejabat tersebut.
‘’Sangat kentara, betapa berkuasanya oknum pejabat itu. Sehingga, orang kecil seperti tukang parkir tidak diindahkan tegurannya. Bukannya memberikan contoh yang baik kepada warga kecil. Malahan, menunjukkan kesombongan. Mentang-mentang ASN atau pejabat, lantas tak mengindahkan teguran tersebut,’’kata saksi mata yang minta namanya tak ditulis juga.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Selatan, Franky Jirro Lelengboto, ST mengaku kaget dengan peristiwa diatas. ‘’Ya, kalau itu benar, maka oknum pejabat tersebut akan saya usulkan diberi sanksi tegas. Jangan mentang-mentang sebagai birokrat, kemudian melakukan hal tak terpuji dihadapan masyarakat,’’kata Lelengboto.
Kata Lelengboto, seorang pejabat harusnya jadi telada terhadap masyarakat. Bukannya justru jadi sombong dan semena-mena memperlihatkan egonya. ‘’Jadi, kembali saya tegaskan, harus di cek and ricek DB 75 E itu siapa. Kalau benar, dia oknum pejabat. Maka saya usulkan harus diberi sanksi atasnya,’’jelas politisi Gerindra ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Minsel, Drs Ferdinand Roy Tiwa tidak berada dikantor. ‘’Maaf, pak kaban lagi tugas luar,’’ungkap staf yang minta namanya tak ditulis.
(andries)