DPP APDESI

Air Minum, Sampah, Longsor dan Knalpot Racing Mencuat di Rakorcam Kawangkoan

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Beragam persoalan sosial kemasyarakatan mencuat para Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) Kawangkoan di Ruang Data Kantor Camat Kawangkoan, Selasa (22/1/2019).

Tak sedikit permasalahan yang terkuak dalam sesi tanya jawab, yang dipimpin Camat Dra Meike Rantung, dihadiri anggota DPRD Minahasa Edwin AMA Lumi, Muspika, Ketua BKSAUA Pdt Meily Helly Pontoh dan para kepala unit pelaksana teknis.

Dari seretan persoalan yang dinilai mengganggu ketenangan, kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di enam kelurahan dan empat desa itu, antara lain, krisis air minum, persoalan sampah, ancaman dan kesehatan serta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) program pemerintahan Bupati Roy Oktavian Roring dan Robby Dondokambey (ROR-RD).

PDAM Unit Kawangkoan tak penampik krisis air bersih yang tejadi beberapa bulan terakhir.

“Kami sudah melakukan berbagai usaha tapi debit air kita tidak mencukupi lagi,” kata Kepala Unit PDAM Kawangkoan, Deisy Sumolang.

Menurut dia, PDAM sudah berupaya mencari sumber mataair baru dengan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kelurahan Uner, Kecamatan Kawangkoan Utara.

Sayangnya, sehari setelah diujicoba pada 25 Desember 2018, mesin rusak dan belum bisa dipakai sampai saat ini. Solusi yang segera mendatangkan mesin baru untuk IPA dan melakukan penghijauan kembali di sekitar mataair panas Kinali.

Sementara persoalan sampah disebabkan oleh kesadaran masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga. Hampir di setiap jurang dan Daerah Aliran Sungai (DAS) dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Kami harap, kalau tidak mau membayar retribusi sampah bulanan, sampah jangan dibuang sembarangan. Khusus sampah-sampah plastik dan kardus, dapat ditukarkan dengan, misalnya, sabun, vetsin, garam di pasar karena kami sudah punya bank sampah,” ujar Linda Supit, mewakili Kepala Pasar Kawangkoan, Jhonly Rori.

Mengenai ancaman longsor lanjutan di Kelurahan Sendangan Tengah, Camat Meike Rantung mengatakan, terus diupayakannya.

“Saya memang belum sempat menyampaikan soal longsor itu kepada Pak Bupati ROR, baru kepada penjabat bupati waktu lalu. Saya yakin, Pak Bupati akan peduli, seperti halnya dengan longsor di depan Sepe`et, cuma dua minggu sudah ada titik terang,” ujarnya.

Mrnjawab keluhan mengenai knalpot racing, Kapolsek Iptu Van Nofri Umar menegaskan sudah menjadi programnya, yang diawali dengan sosialisasi.

“Sabtu lalu, karena ada keluhan masyarakat, ada sepeda motor yang kami tangkap tapi surat-suratnya lengkap. Maka kami beri pembinaan, harus mengganti dengan knalpot standar dan memasang plat nomornya di kantor, baru kami lepas,” jelasnya.

Rakor yang berlangsung sekitar 6 jam tersebut dihadiri peserta dari jajaran lurah dan hukum tua, BKSAUA, pengurus LPM dan BPD serta tokoh masyarakat.

Penulis: Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *