DPP APDESI

Sentil Kontribusi ke Daerah, Pojoh: LSM Pantau Tambang Emas

Sentil Kontribusi ke Daerah, Pojoh: LSM Pantau Tambang Emas
KONTRIBUSI ke daerah, PT SEJ dipertanyakan warga. Bahkan, LSM Bangkit Indonesia Minsel juga mempertanyakan transparansi perusahaan tambang emas milik China tersebut. Melalui Djohny Pojoh, Ketua LSM Bangkit Indonesia Minsel meminta PT SEJ transparansi soal kontribusi ke daerah.
Amurang, Fajarmanado.com – Warga Minahasa Selatan kembali mempertanyakan keberadaan perusahaan tambang emas di Desa Karimbow Talikuran Kecamatan Motoling Timur. Pasalnya, seberapa besar kontribusi ke daerah Minsel dari PT Sumber Energi Jaya (SEJ). Dimana, PT SEJ yang merupakan milik negara China tersebut dikabarkan tidak ada kontribusi. Menariknya, sejumlah LSM mengaku siap pantau perusahaan tambang tersebut.

Ketua LSM Bangkit Indonesia Cabang Minsel, Djohny Pojoh menjelaskan, seberapa besar kontribusi ke kas daerah PT SEJ? Pasalnya, perusahaan tambang emas di Desa Karimbow Talikuran Kecamatan Motoling Timur tersebut sepertinya juga tertutup untuk umum.
‘’Diakuinya, untuk perusahaan tambang sangat tertutup. Tetapi, kalau pengawasan oleh LSM apakah juga tertutup? Jadi, apabila managemen PT SEJ memberi kelonggaran untuk LSM, bagi Pojoh Cs mengaku senang. Tapi, bila LSM melakukan pemantauan ke SEJ, bukan berarti bisa diselesaikan didalam atas sejumlah keluhan warga. Oh itu tidak untuknya,’’kata Pojoh, Minggu (19/3/2017).
Sebagaimana laporan yang diterima, aktifitas PT SEJ berjalan dengan baik. Namun demikian, justru managemen PT SEJ sangat tertutup oleh LSM. Dengan demikian, harapannya PT SEJ bisa melonggarkan LSM untuk masuk ke dalam.
‘’Sesuai kesepakatan masyarakat, bahwa warga siap memantau kinerja PT SEJ. Akan tetapi, pihak SEJ justru tak menyanggupinya. Justru PT SEJ melarang warga masuk, apalagi melakukan pemantauan atas kinerja mereka,’’kata Pojoh dengan nada keras.
Pojoh menjelaskan, tujuan untuk pemantauan yaitu untuk sekedar pengawasan. ‘’Jika dilarang, maka ada dugaan bisa saja terjadi penyelundupan tenaga kerja asing illegal di PT SEJ. Diakuinya, PT SEJ banyak mempekerjakan tenaga asing berasal dari China. Jadi, sangat jelas sekali bahwa di PT SEJ terdapat pekerja asing yang berlebihan namun tak melapor ke instansi terkait,’’ tegasnya.
Pojoh juga menjelaskan, tujuan dilakukan pemantauan di PT SEJ untuk sekedar pengawasan. Itu saja, lainnya tidak untuk LSM Bangkit Indonesia Minsel. Dengan demikian, ungkapnya bahwa rehabilitasi lingkungan PT SEJ terkesan tertutup. Karena memang, hanya memantau saja sudah tertutup, apalagi ingin terbuka.
‘’Dengan demikian tamba Pojoh, LSM yang dipimpinnya bersama masyarakat berencana akan kembali melakukan aksi sesuai kesepakatan diatas. Ya, nanti kami kembali. Apapun PT SEJ tak memberi izin, torang baku lia jo,’’ungkapnya.
Ditemui terpisah, Henly Tuerah, Publik Relation PT SEJ mengatakan, selama ini bantuan yang diberikan belum semua desa sekitar perusahaan. ‘’Terkait kontribusi perusahaan untuk daerah dibanta Tuela. Kalau kontribusi jelas ada, yaitu pembangunan infrastruktur berupa pengerasan dan pengecoran jalan masuk Desa Tokin dan Karimbow. Juga, bantuan social untuk orang sakit berupa pengobatan gratis banyak. Jadi, PT SEJ sudah banyak kontribusi untuk daerah. Tidak seperti pernyataan Pojoh,’’sebutnya.
(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *