DPP APDESI

Waspada! Sulut Sudah Transmisi Lokal, Positif Covid 19 Jadi 45, Ini Daftarnya

Penampakan pemakaman salahsatu korban meninggal terpapar virus corona sesuai protap kesehatan.
Manado, Fajarmanado.com — Warga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) patut waspada menghadapi pandemi virus corona atau Covid 19.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel membeberkan bahwa data menunjukkan peningkatan pasien terkonfirmasi positif menjadi total 45 orang, 14 sembuh dan 4 meninggal dunia sampai Jumat, (1/5/2020).

Pasien 01, Laki-laki, 51 thn, asal Manado,  diumumkan 14 Maret: Memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dari umroh. Dirawat di RSUP Kandou Manado. Dinyatakan negatif pada 26 Maret. Meninggal karena penyakit gagal ginjal stadium akhir, pada 27 Maret.

Pasien 02, Perempuan, 32 thn, Manado, diumumkan 24 Maret. Sebelumnya tidak menunjukan gejala, punya kontak erat resiko tinggi dengan pasien 01.

Pasien 03, Perempuan, 39 thn, Tomohon, diumumkan 1 April, memiliki riwayat perjalanan dari Eropa. Sebelumnya isolasi mandiri di rumah sebagai PDP. Sekarang dirawat di RSUP Kandou.

Pasien 04, Perempuan, 49 thn, Manado, diumumkan 6 April, memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, bersama-sama dengan pasien 05, dirawat di RS Wolter Mongisidi Manado.

Pasien 05, Perempuan, 42 thn, Manado, diumumkan 6 April, memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, bersama-sama dengan pasien 04, dirawat di RS Wolter Mongisidi Manado.

Pasien 06, Laki-laki, 65 thn, Tomohon,  diumumkan 7 April. Sudah meninggal lebih dulu sebelum hasil positif keluar (PDP). Dimakamkan sesuai dengan Protap Covid-19.

Pasien 07, Perempuan, 56 thn, Minahasa Utara, diumumkan 7 April. Tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah, tetapi punya riwayat kontak erat dengan salah satu keluarganya yang datang dari luar daerah, dirawat di RSUP Prof Kandou, Manado. Meninggal pada 10 April,

Pasien 08, Laki-laki, 20 thn, Manado,  diumumkan 7 April, punya riwayat kontak erat dengan pasien 03, dirawat di RSUP Prof Kandou Manado.

Pasien 09, Laki-laki, 31 thn, Bitung, diumumkan 10 April. Memiliki riwayat perjalanan dari Bogor, sebelumnya pernah menjadi PDP di RSUP Kandou, dipulangkan karena dua kali swab negatif. Periksa kembali positif, sekarang dirawat di RSUP Kandou Manado.

Pasien 10, Perempuan, 70 thn, Manado .Diumumkan 10 April: punya riwayat perjalanan dari Jakarta. Dirawat di RSUP Kandou Manado.

Pasien 11, Laki-laki, 37 THN, MANADO Diumumkan 10 April: anak dari pasien 10. Kontak erat resiko tinggi, dirawat di RSUP Kandou.

Pasien 12, Laki-laki,, 52 thn, MANADO Diumumkan 10 April: melakukan kontak erat dengan pasien 04 dan pasien 05. Dirawat di RS Wolter Mongisidi Manado.

Pasien 13, Laki-laki, 39 thn, MANADO, Diumumkan 10 April: melakukan kontak erat dengan pasien 04 dan pasien 05. Dirawat di RS Wolter Mongisidi Manado.

Pasien 14, Laki-laki, 25 thn, MINAHASA, Diumumkan 10 April oleh Gugus Tugas Minahasa: punya riwayat perjalanan dari Jakarta. Dirawat di RSUP Kandou Manado

Pasien 15, Laki-laki, 46 thn, MANADO, Diumumkan 11 April: memiliki riwayat perjalanan dari Makassar dan Surabaya. Dirawat di RSUP Kandou Manado.

Pasien 16, Laki-laki, 72 thn, MANADO, Diumumkan 12 April: memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Dirawat sejak 2 April di RSUP Kandou, Manado

Pasien 17, Laki-laki, 45 thn, MANADO, Diumumkan 12 April: memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Dirawat sejak 8 April di RSUP Kandou, Manado.

Pasien 18, Perempuan, 70 thn, MANADO, Diumumkan 15 April: tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah. Masuk ruang isolasi tanggal 7 April.

Pasien 19, Perempuan, 71 thn, MANADO, Diumumkan 18 April: tidak memiliki riwayat perjalanan. Meninggal pada 7 April, dirawat di RSUP Kandou pada 6 April. Meninggal dalam status PDP, hasil baru keluar tanggal 18 April.

Pasien 20, Perempuan 37 thn, MINAHASA UTARA, Diumumkan 18 April: riwayat perjalanan dari Jakarta, dirawat di RS Wolter Mongisidi Manado.

Pasien 21, Laki-laki, 33, asal KOTAMOBAGU, Diumumkan 23 April riwayat mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulsel.

Pasien 22, Laki-laki, 35, asal KOTAMOBAGU, Diumumkan 23 April riwayat mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulsel.

Pasien 23: Perempuan, 33, asal KOTAMOBAGU, Diumumkan 23 April merupakan kontak erat resiko tinggi (KERT) dari keluarga yang mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulsel.

Pasien 24: Perempuan, 8, asal KOTAMOBAGU, Diumumkan 23 April KERT dari keluarga yang mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulsel.

Pasien 25: Perempuan, 52, asal LUAR DAERAH Diumumkan 23 April dan sekarang berada di Tomohon, KERT dari Pasien 06 yang sudah meninggal di Tomohon beberapa waktu lalu.

Pasien 26: Laki-laki, 58, asal LUAR DAERAH, Diumumkan 23 April KERT dari Pasien 06 yang sudah meninggal di Tomohon beberapa waktu lalu.

Pasien 27: Laki-laki, 41, asal MANADO, Diumumkan 23 April merupakan pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal yakni Jakarta.

Pasien 28: Perempuan, 71, asal MANADO, Diumumkan 23 April KERT dari pasien terkonfirmasi positif ke-16.

Pasien 29: Laki-laki, 20, asal MANADO, Diumumkan 23 April KERT dari Pasien terkonfirmasi positif ke-15.

Pasien 30: Perempuan, 43, asal MANADO, Diumumkan 23 April KERT dari pasien terkonfirmasi positif ke-15.

Pasien 31: Laki-laki, 22, asal SANGIHE, Diumumkan 23 April riwayat mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulsel.

Pasien 32: Laki-laki, 44, asal KOTAMOBAGU, Diumumkan 23 April riwayat mengikuti acara keagamaan di Gowa, Sulsel.

Pasien 33, wanita, 23 tahun asal KOTAMOBAGU Diumumkan 24 April dimana merupakan kontak erat dengan peserta keagamaan di Gowa Sulawesi Selatan jadi total ada 6 pasien di Kotamobagu.

Pasien 34, perempuan 36 tahun asal MANADO Diumumkan 24 April dan bersangkutan karyawan disalah satu fasilitas kesehatan di Manado.

Pasien 35, Perempuan 49 tahun asal MANADO Diumumkan 24 April dan karyawan di salah satu fasilitas kesehatan di Manado

Pasien 36, laki laki 32 tahun asal TOMOHON Diumumkan 24 April juga karyawan di salah satu fasilitas kesehatan.

Pasien-37, pria berusia 38 tahun, berasal dari BITUNG, Diumumkan 26 April mempunyai riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal.

Pasien-38, wanita, 32 tahun, berasal dari BITUNG, Diumumkan 26 April kontak erat resiko tinggi dengan Pasien-37.

Pasien-39, pria, 53 tahun, berasal dari MANADO, Diumumkan 26 April kontak erat resiko tinggi dengan Pasien-35.

Pasien-40, wanita, 19 tahun, berasal dari MANADO, Diumumkan 26 April kontak erat resiko tinggi dengan Pasien-35 dan Pasien-39, juga merupakan pelaku perjalanan.

Pasien-41, laki-laki, 68 tahun, asal dari MANADO, Diumumkan 28 April tidak punya riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal.

Pasien-42, perempuan, 48 tahun, asal MANADO, Diumumkan 28 April karyawan di fasilitas kesehatan.

Pasien-43, perempuan, 73 tahun, asal TOMOHON, Diumumkan 28 April kontak erat resiko tinggi dengan Pasien-36.

Pasien 44, laki-laki, 38 tahun dari Manado Diumumkan 29 April, tidak ada riwayat perjalanan namun kontak erat resiko tinggi dengan pasien ke-19.

Pasien 45, Laki-laki, 46 tahun BOMUT. diumumkan 30 April, tidak punya riwayat perjalanan tetapi kontak erat dengan keluarga yang datang dari daerah transmisi lokal cluster Jatim atau tepatnya cluster institusi pendidikan keagamaan.

Dandel mengatakan,  dengan data-data ini jelas terlihat bahwa sudah ada transmisi lokal/ penularan sehingga diharapkan masyarakat tetap waspada dan terus mengikuti himbauan pemerintah.

“elaksanakan social distancing, pola hidup sehat serta jangan memberikan stigma negatif apalagi mengucilkan korban Covid-19. BERSAMA KITA LAWAN COVID-19,” demikian rilis Tim Gugus Tugas Covid 19.

Penulis: Jerry Michael