DPP APDESI

Tempo Dua Kali Diteror, PWI Sulut Dukung Kapolri Tangkap Pelaku

Manado, Fajarmanado.com–Plt Ketua PWI Sulawesi Utara (Sulut), Vanny Loupatty, menyatakan dukungan penuh terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengusut tuntas kasus teror yang ke kantor Redaksi Tempo.

Aksi teror ke Kantor Redaksi Tempo, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan sudah dua kali terjadi baru-baru ini.

Tanggal 19 Maret 2024, paket kepala babi tak terkuping dikirim melalui kurir aplikasi yang memakai atribut pengiriman barang.

Paket yang terbungkus kardus  dilapisi styrafoam tersebut ditujukan kepada Frasisca Christy Rosana, wartawan Tempo desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.

Paket kedua, kardus berisi enam bangkai tikus yang badan dan kepalanya terpisah. Itu dilemparkan dari luar pagar kantor sekira pukul 02.11 WIB pada 22 Maret 2025. Padahal, Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra telah melaporkan teror kepala babi kepada polisi sehari sebelumnya.

Tak Boleh Dibiarkan

Plt. Ketua PWI Sulut Vanny Loupatty menegaskan tindakan teror semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Wartawan senior yang akrab disapa Maemosa ini mendesak agar para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Teror ini tidak bisa dibiarkan. Para pelaku harus ditangkap dan diproses hukum. Kami, PWI Sulut, mendukung penuh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut kasus ini hingga tuntas,” tegasnya didampingi Plt. Sekretaris PWI Sulut, Ardison Kalumata, Minggu, 23 Maret 2025.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah memerintahkan Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada untuk menyelidiki.

Perintah tersebut diberikan setelah Pemimpin Redaksi Tempo bersama Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) melaporkan aksi teror tersebut.

“Terkait peristiwa di kantor media Tempo, saya sudah perintahkan kepada Kabareskrim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolri saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Raya Medan, Sabtu, 22 Maret 2025.

Kapolri Listyo memastikan bahwa jajaran Bareskrim akan memberikan pelayanan terbaik dalam mengusut kasus ini agar pelaku segera ditemukan dan motif di balik aksi tersebut dapat terungkap.

“Kami akan memberikan pelayanan terbaik dalam menindaklanjuti kejadian ini,” tegasnya.

Kasus teror terhadap Tempo bermula pada 19 Maret 2025, ketika sebuah paket berisi kepala babi dikirim ke kantor media tersebut. Paket tersebut ditujukan kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik sekaligus host siniar Bocor Alus Politik.

PWI Sulut secara tegas menyuarakan agar kasus ini mendapat perhatian serius dari Kapolri.

Menurut Vanny Loupatty, teror ini bukan hanya ancaman terhadap Tempo, tetapi juga terhadap kebebasan pers di Indonesia.

“Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi terhadap jurnalis. Insiden ini harus diusut hingga tuntas agar tidak terulang di masa depan,” tandas Maemosa.

PWI Sulut berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan dalang di balik aksi teror ini, sekaligus memastikan bahwa kebebasan pers di Indonesia tetap terlindungi.

 

[**heru]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *